Pemerintah Pakai Data e-Commerce untuk Salurkan BLT, PKS Sebut Ngawur

Jum'at, 01 Mei 2020 - 13:46 WIB
loading...
Pemerintah Pakai Data...
Foto/ilustrasi.istimewa
A A A
JAKARTA - Anggota DPR RI Mardani Ali Sera mengkritik penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) yang akan melibatkan bigdata milik penyedia jasa transportasi daring dan e-commerce. Langkah tersebut justru menunjukan kelemahan data pemerintah.

“Pemerintah makin ngawur ini. Masa kita minta data ke perusahaan swasta? Seharusnya negara lebih kuat dan komprehensif terkait seluruh data negara ini apalagi terkait data orang tidak mampu,” katanya Mardani dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Kamis (30/4/2020).

Pemerintah, lanjut Madani, mempunyai perangkat yang lebih lengkap untuk pendataan. Ada Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Sosial (Kemensos), Badan Urusan Logistik (Bulog), Kementerian Kesehatan, Ditjen Kependudukan dan Catatan Sipil, hingga Ditjen Pajak.

Mardani mendesak adanya pembenahan data. Sebab stimulus ekonomi itu kuncinya efektivitas penyaluran bantuan melalui akurasi data. Dalam kasus pandemi virus Corona, perlu pembaruan data karena banyak masyarakat yang terdampak.

“Kelemahan pendataan dan akurasi itu membuat pemerintah minta bantuan kepada perusahaan transportasi daring dan perusahaan e commerce. Jadi apa kerja pemerintah selama ini?” ujar Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Anggota Komisi II DPR itu meminta pemerintah membuat kebijakan yang komprehensif dan detail agar stimulus sampai kepada orang yang tepat. Dia menyarankan pemerintah tetap menggunakan data dari perangkat negara, tinggal menyinkronkan data antar lembaga atau kementerian.

“Potensi penyimpangan tetap ada bila kerjasama dengan swasta selain cost yang mahal perlu kita bayar,” katanya.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Memilukan, Driver Ojol...
Memilukan, Driver Ojol Tewas Ditikam saat Tidur di Pangkalan, Motor dan Ponsel Raib
Aksi Ojol Forkot Warnai...
Aksi Ojol Forkot Warnai Kawasan Medan Merdeka Selatan
Musrenbang RKPD DIY...
Musrenbang RKPD DIY 2027, Kemendagri Tekankan Integrasi Kebijakan Pusat-Daerah
Kantorpos Salurkan BLTS...
Kantorpos Salurkan BLTS Kesra di Aceh Timur dan Kota Langsa
PosIND Salurkan BLTS...
PosIND Salurkan BLTS Kesra di Kawasan Terdampak Bencana Sumatera
PosIND Salurkan BLTS...
PosIND Salurkan BLTS Kesra di Padang, Menjangkau hingga ke Pelosok
PKS Ajak Gema Keadilan...
PKS Ajak Gema Keadilan Jadi Inkubator Pemimpin Muda
Aksi Ojol Minta Nadiem...
Aksi Ojol Minta Nadiem Makarim Dibebaskan
Kawal Instruksi Presiden...
Kawal Instruksi Presiden Soal Ojol, Komisi V DPR Minta Tarif Baru Tak Bebani Konsumen
Rekomendasi
Nihayatul Wafiroh: Pakta...
Nihayatul Wafiroh: Pakta Integritas Bukti Keseriusan Perempuan Bangsa Besarkan PKB
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Rekam Jejak Komjen Karyoto,...
Rekam Jejak Komjen Karyoto, dari Pemberantasan Korupsi hingga Jaga Stabilitas Keamanan Nasional
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
Infografis
Prabowo akan Luncurkan...
Prabowo akan Luncurkan BLT untuk Guru Honorer pada 2 Mei
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved