Tuah Jasa Kurir, Penghubung Ekonomi Indonesia
Rabu, 19 Agustus 2020 - 08:59 WIB
loading...
A
A
A
Vice President Director PT. TIKI Ester Wiraseputra mengatakan, bisnis kiriman di Indonesia tak bisa dilepaskan dari peran mitra di seluruh pelosok negeri.
Saat ini, ada sekitar 3.700 gerai serta lebih dari 3.000 mitra agen TIKI di Indonesia. Mereka didukung oleh 500 kantor perwakilan TIKI.
Perusahaan yang genap berusia 50 tahun pada September 2020 ini, telah memiliki jaringan operasional di 66 kota besar di Indonesia.
Dari 514 kabupaten atau kota, telah ter-cover hampir 88% dan akan terus ditambah menjadi 95%. Jumlah desa dan kelurahan di Indonesia yang mencapai 82.505, mayoritas sudah terlayani TIKI. Ribuan cabang ini mampu menyerap lebih dari 6.000 tenaga kerja.
Saat ini, TIKI telah menjangkau hingga daerah terpencil. Jaringan TIKI bahkan telah hadir di Kabupaten Rote Ndao, Alor, dan Sumba Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain Papua, TIKI juga telah masuk ke Kepulauan Mentawai di Sumatera Barat.
Luasnya jaringan TIKI di Indonesia, sejalan dengan konsep kedaulatan negara. Keberadaan kantor cabang atau gerai perusahaan jasa kiriman adalah bukti daerah tersebut termasuk wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menurut Ester, konsep yang dipakai TIKI untuk menjangkau seluruh wilayah Indonesia, yaitu menggunakan sistem waralaba.
"Program kemitraan yang kami kembangkan membuka kesempatan bagi masyarakat, berwirausaha dengan sistem kerja profesional. Bahkan, kemitraan ini bisa dimulai dengan modal minim," jelas dia.
Konsep TIKI adalah membangun kemitraan dengan pelaku usaha lokal yang ingin membangun bisnis kurir di daerahnya. Konsep membangun bersama, terbukti berhasil mencetak banyak pelaku usaha meraih sukses di bisnis kiriman.
Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia Ida Fauziyah mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan 2/2020 terkontraksi hingga 5,32%.
Namun masih lebih baik dibanding beberapa negara lainnya seperti Singapura atau Filipina. Kondisi ini, kata dia, tak bisa dilepaskan dari sikap gotong-royong masyarakat Indonesia.
"Kita selalu menganggap ini adalah persoalan bersama. Paling penting, kita punya budaya gotong-royong. Semua memainkan perannya masing-masing dan saling membantu, termasuk dalam menciptakan lapangan kerja," jelas dia.
Gotong-royong juga tampak pada upaya membangun ekonomi antar pelaku usaha di kota dan desa. Di masa pandemi, kata dia, membeli produk UMKM dalam negeri juga sikap gotong-royong.
Saat ini, ada sekitar 3.700 gerai serta lebih dari 3.000 mitra agen TIKI di Indonesia. Mereka didukung oleh 500 kantor perwakilan TIKI.
Perusahaan yang genap berusia 50 tahun pada September 2020 ini, telah memiliki jaringan operasional di 66 kota besar di Indonesia.
Dari 514 kabupaten atau kota, telah ter-cover hampir 88% dan akan terus ditambah menjadi 95%. Jumlah desa dan kelurahan di Indonesia yang mencapai 82.505, mayoritas sudah terlayani TIKI. Ribuan cabang ini mampu menyerap lebih dari 6.000 tenaga kerja.
Saat ini, TIKI telah menjangkau hingga daerah terpencil. Jaringan TIKI bahkan telah hadir di Kabupaten Rote Ndao, Alor, dan Sumba Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain Papua, TIKI juga telah masuk ke Kepulauan Mentawai di Sumatera Barat.
Luasnya jaringan TIKI di Indonesia, sejalan dengan konsep kedaulatan negara. Keberadaan kantor cabang atau gerai perusahaan jasa kiriman adalah bukti daerah tersebut termasuk wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menurut Ester, konsep yang dipakai TIKI untuk menjangkau seluruh wilayah Indonesia, yaitu menggunakan sistem waralaba.
"Program kemitraan yang kami kembangkan membuka kesempatan bagi masyarakat, berwirausaha dengan sistem kerja profesional. Bahkan, kemitraan ini bisa dimulai dengan modal minim," jelas dia.
Konsep TIKI adalah membangun kemitraan dengan pelaku usaha lokal yang ingin membangun bisnis kurir di daerahnya. Konsep membangun bersama, terbukti berhasil mencetak banyak pelaku usaha meraih sukses di bisnis kiriman.
Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia Ida Fauziyah mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan 2/2020 terkontraksi hingga 5,32%.
Namun masih lebih baik dibanding beberapa negara lainnya seperti Singapura atau Filipina. Kondisi ini, kata dia, tak bisa dilepaskan dari sikap gotong-royong masyarakat Indonesia.
"Kita selalu menganggap ini adalah persoalan bersama. Paling penting, kita punya budaya gotong-royong. Semua memainkan perannya masing-masing dan saling membantu, termasuk dalam menciptakan lapangan kerja," jelas dia.
Gotong-royong juga tampak pada upaya membangun ekonomi antar pelaku usaha di kota dan desa. Di masa pandemi, kata dia, membeli produk UMKM dalam negeri juga sikap gotong-royong.
Lihat Juga :