alexametrics

Teror Bakar Kendaraan di Semarang Incar Sepeda Motor

loading...
Teror Bakar Kendaraan di Semarang Incar Sepeda Motor
Tiga motor menjadi korban teror pembakaran orang tidak dikenal saat diparkir di teras rumah Diyono (60) Jalan Menoreh Timur II, Semarang. Foto/Taufik Budi
A+ A-
SEMARANG - Aksi teror pembakaran kendaraan kembali terjadi di Kota Semarang, Jawa Tengah. Kali ini menyasar rumah milik Sutrisno (71), di Kampung Beji Jalan Margosari RT 03 RW 013, Kelurahan Tambakaji, Kecamatan Ngaliyan.

Dua sepeda motor yang terparkir di dalam rumahnya dibakar oleh orang tak dikenal pada pukul 03.30 WIB, Minggu (3/2/2019) pagi. Kejadian ini menjadi peristiwa ke-15 aksi teror pembakaran dengan modus yang sama yakni melempar kain yang sudah disulut api ke kendaraan. (Baca Juga: Lagi, Tiga Motor Jadi Korban Teror Pembakaran di Semarang)

Menurut keterangan salah seorang warga setempat, Zaenal Abidin, ia berada di dekat lokasi kejadian yang saat itu akan pulang ke rumah setelah berjualan nasi kucing. Saat melintas di rumah Sutrisno, dia melihat kobaran api.



"Saat itu kobaran api sudah membesar dan saya berteriak kepada pemilik rumah dan dibantu warga setempat untuk memadamkan api yang sudah menghanguskan dua sepeda motor," ungkap Zaenal, Minggu (3/2/2019).

Atas kejadian tersebut, tim Inafis Polrestabes Semarang langsung melakukan olah kejadian tempat perkara. Petugas juga telah memasang garis polisi di lokasi kejadian.

Sebelumnya, aksi serupa terjadi di Kota Semarang. Aksi teror pembakaran kendaraan terakhir terjadi di Menoreh Timur Sampangan, Kecamatan Gajahmungkur, Sabtu (2/2/2019). Dalam kejadian itu, tiga unit motor jadi sasaran pembakaran. (Baca Juga: Polda Jateng Selidiki Teror Pembakaran Mobil di Kendal dan Semarang)

Saat ini pihak kepolisian masih terus menyelidiki dan memburu pelaku dugaan pembakaran kendaraan. Wakil Kepala Polrestabes Semarang AKBP Enrico Silalahi menyatakan, tim khusus yang dibentuknya hingga kini masih bekerja mencari petunjuk siapa pelaku dan motif dari pembakaran mobil yang dilakukan secara acak tersebut.

"Kami sudah bentuk tim khusus, sudah bekerja mencari pelakunya," tandas Enrico, Sabtu (2/2/2019). Selain membentuk tim khusus, pihaknya juga telah memerintahkan Tim Elang untuk meningkatkan patroli di wilayah rawan pinggiran Kota Semarang.
(rhs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak