Ciptakan Inovasi Alat Deteksi Karhutla Lebih Dini, Kapolda Riau Sabet Penghargaan
Rabu, 19 Agustus 2020 - 00:56 WIB
loading...
A
A
A
Gubernur Riau, Syamsuar, menyatakan aplikasi Dashboard Lancang Kuning Nusantara sangat efektif menangani Karhutla di wilayahnya. Penanganan Karhutla merupakan tanggungjawab bersama.
Aplikasi bisa mengcroschek apakah sekedar hotspot (titik panas) atau memang ada titik api. Saat kunjungan Presiden ke Pekanbaru didampingi Kapolri dan Panglima TNI beberapa waktu lalu, beliau melihat kesiapan kita mencegah Karhutla. (BACA JUGA: Air Force One Pembawa Trump Hampir Tabrakan dengan Pesawat Nirawak)
Saat itu pak Presiden juga mendengar pemaparan tentang Dashboard Lancang Kuning ini sehingga presiden memerintahkan agar diikuti oleh 11 provinsi untuk mendeteksi Karhutla," tukasnya.
Kapolda Riau, Agung Setia Imam Effendi menyatakan, diperlukan kolaborasi yang bagus antara sistem, teknologi dan sumber daya manusia agar kebakaran hutan dan lahan bisa diminimalir.
"Ini penghargaan bagi kita semua, tentunya ini dimaknai sebagai penyemangat bagi kita semua. Untuk saat ini diperlukan kolaborasi yang mantap antara sistem, teknologi dan sumber daya manusia itu harus dalam satu genggaman," tandasnya.
Aplikasi bisa mengcroschek apakah sekedar hotspot (titik panas) atau memang ada titik api. Saat kunjungan Presiden ke Pekanbaru didampingi Kapolri dan Panglima TNI beberapa waktu lalu, beliau melihat kesiapan kita mencegah Karhutla. (BACA JUGA: Air Force One Pembawa Trump Hampir Tabrakan dengan Pesawat Nirawak)
Saat itu pak Presiden juga mendengar pemaparan tentang Dashboard Lancang Kuning ini sehingga presiden memerintahkan agar diikuti oleh 11 provinsi untuk mendeteksi Karhutla," tukasnya.
Kapolda Riau, Agung Setia Imam Effendi menyatakan, diperlukan kolaborasi yang bagus antara sistem, teknologi dan sumber daya manusia agar kebakaran hutan dan lahan bisa diminimalir.
"Ini penghargaan bagi kita semua, tentunya ini dimaknai sebagai penyemangat bagi kita semua. Untuk saat ini diperlukan kolaborasi yang mantap antara sistem, teknologi dan sumber daya manusia itu harus dalam satu genggaman," tandasnya.
(vit)
Lihat Juga :