Menteri PPPA Apresiasi Pemberdayaan Perempuan di Sulsel
Selasa, 18 Agustus 2020 - 22:13 WIB
loading...
A
A
A
"Meningkatnya kasus-kasus kekerasan utamanya selama pandemi karena banyaknya masyarakat yang mulai stres dan tidak berpenghasilan, budidaya talas yang dikembangkan oleh kelompok tani bisa menjaga stabilitas ekonomi dan pangan keluarga, ini merupakan upaya," kata Menteri Bintang.
Sementara di hilir, Pemprov Sulsel telah menyediakan UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) yang menyediakan layanan medis, konseling dan pendampingan hukum bagi perempuan dan anak korban kekerasan seksual.
"(Layanan) ini tahun sejak tahun 2017, layanan termasuk konseling, kasus kekerasan termasuk medis jika terjadi kekerasan, dalam bentuk pemeriksaaan dan perawatannya, dan kita juga mensupport dari sisi psikologisya, makanya di tim kita itu ada dokter spesialis anak, ada dokter kandungan untuk kasus kekerasan seksual, ada dokter psikiatri, bahkan kita siapkan dua rohaniawan," jelas Direktur RS Labuang Baji, Andi Mappatoba.
Mappatoba mengatakan, unit pelayanan ini merupakan satu-satunya model percintohan di Indonesia saat ini.
"Pada 2019 ada 9 kasus, tahun ini bertepatan dengan pandemi sudah ada 6 kasus yang kami tangani," sebut Andi Mappatoba.
Sementara di hilir, Pemprov Sulsel telah menyediakan UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) yang menyediakan layanan medis, konseling dan pendampingan hukum bagi perempuan dan anak korban kekerasan seksual.
"(Layanan) ini tahun sejak tahun 2017, layanan termasuk konseling, kasus kekerasan termasuk medis jika terjadi kekerasan, dalam bentuk pemeriksaaan dan perawatannya, dan kita juga mensupport dari sisi psikologisya, makanya di tim kita itu ada dokter spesialis anak, ada dokter kandungan untuk kasus kekerasan seksual, ada dokter psikiatri, bahkan kita siapkan dua rohaniawan," jelas Direktur RS Labuang Baji, Andi Mappatoba.
Mappatoba mengatakan, unit pelayanan ini merupakan satu-satunya model percintohan di Indonesia saat ini.
"Pada 2019 ada 9 kasus, tahun ini bertepatan dengan pandemi sudah ada 6 kasus yang kami tangani," sebut Andi Mappatoba.
Lihat Juga :