Kisah Letjen KKO Hartono, Jenderal Loyalis Soekarno yang Mati Misterius di Orde Baru

Kamis, 09 Mei 2024 - 07:39 WIB
loading...
Kisah Letjen KKO Hartono,...
Letjen KKO (Purn) Hartono. Foto/Istimewa
A A A
Di balik tirai sejarah yang tebal, tersembunyi cerita misterius tentang seorang jenderal yang setia, namun hilang begitu saja dari ingatan bangsa. Namanya Jenderal KKO Hartono sosok jenderal yang setia kepada Presiden Soekarno, namun tak pernah diabadikan dalam buku-buku sejarah.

Hartono, seorang pria dengan dedikasi yang tak tergoyahkan pada kemerdekaan Indonesia, memainkan peran penting dalam masa-masa gemilang militer Indonesia. Namun, keberaniannya dalam melawan rezim Orde Baru yang semakin otoriter membawa padanya nasib yang tragis.

Setia pada Soekarno, Hartono tak ragu untuk menghadapi rezim yang mulai merangkul kekuasaan, menjadikan pengabdiannya pada Sang Proklamator sebagai pedoman utama dalam hidupna dalam karier militer di Indonesia.

Baca Juga: Kisah Wanita Cantik Rayu Jenderal Hoegeng demi Lancarkan Bisnis Judi

Ketika tuduhan mengenai keterlibatan Soekarno dalam peristiwa Lubang Buaya menyeruak, Hartono, dengan tegar, menyatakan kesetiaannya pada Bung Karno, bahkan jika itu berarti melawan rezim yang baru berkuasa.

Kematian misterius Hartono, dengan tembakan misterius yang mengecoh di bagian kepalanya, meninggalkan tanda tanya besar. Meski dianggap sebagai bunuh diri, banyak kejanggalan yang mengitari kepergian jenderal yang berani ini.

Senjata dengan peredam yang ditemukan di dekatnya hanyalah satu dari banyak misteri yang mengitari kematian Hartono. Tak lama setelah kematian misterius itu, keluarganya, yang terpaksa meninggalkan negara setelah penugasan Hartono di Korea Utara, kembali ke Indonesia.

Namun, bayangan kesetiaan dan keberanian Hartono terus menghiasi pikiran banyak orang, meskipun namanya terkubur dalam lapisan-lapisan waktu yang gelap.

Baca Juga: Kisah Jenderal Soemitro, Tentara Kesayangan Soeharto dari Ramalan Boneka Jailangkung

Sebagai saksi bisu masa lalu yang suram, nama Jenderal KKO tetap menjadi peringatan bagi banyak orang tentang bahaya kekuasaan yang absolut dan pentingnya mempertahankan kesetiaan pada prinsip-prinsip yang benar, bahkan dalam menghadapi badai kekuatan yang lebih besar.

Diasingkan Jadi Dubes Korut

Letjen KKO (Purn) Hartono merupakan orang yang menjunjung tinggi loyalitas kepada Presiden Soekarno. Sepanjang hidupnya ia memiliki peran penting terhadap kemerdekaan Indonesia. Ia banyak menduduki kursi-kursi penting kemiliteran.

Kiprahnya membuat citra militer Indonesia pernah sampai masa puncaknya. Pria kelahiran 1927 itu menjabat sebagai Komandan KKO dan Panglima Angkatan Laut. Hartono banyak terlibat dalam memberantas kasus penting termasuk memberantas kasus G30S/PKI.

Letjen KKO Hartono terkenal sebagai orang yang sangat setia pada Soekarno. Ketika Soekarno menemui dan meminta KKO menangani kasus yang menewaskan 7 jenderal, dengan lantang Hartono menyanggupinya.

Baca Juga: Kisah Jenderal Gatot Subroto, Perisai Hidup Soekarno Pemberi Julukan Monyet ke Soeharto

Gejolak memanas Orde Baru menjadi titik balik memanasnya politik di Indonesia. Soekarno mendapatkan banyak tuduhan atas kejadian di lubang buaya itu. Hartono yang senantiasa setia kepadanya meminta izin untuk melawan rezim Soeharto.

“Pejah gesang melu (hidup mati ikut) Bung Karno. Putih kata Bung Karno, Putih kata KKO. Hitam kata Bung Karno, hitam kata KKO“ Tukas Hartono dalam menjalankan misinya. Nyatanya hadirnya Hartono di samping Soekarno menjadi ancaman tersendiri bagi Soeharto.

Berawal dari kemiliteran, Hartono dipindahkan ke kedutaan besar Korea Utara pada 9 November 1968. Hartono dan KKO mencium niat buruk dari Soeharto. Ia merasa Soeharto ingin menyingkirkannya secara perlahan.

Dalam tugasnya sata pertemuan Dubes se-Asia Pasifik, Hartono dipanggil kembali ke Indonesia. Tak lama berselang, Hartono ditemukan meninggal dengan luka tembakan pada bagian kepala. Ditemukan pistol dengan peredam di sampingnya.

Diindikasikan Hartono meninggal karena bunuh diri. Namun banyak sekali kejanggalan yang belum terungkap dari wafatnya Jenderal KKO itu. Letjen KKO Hartono dimakamkan di Kalibata pada tanggal 7 Januari 1971.

Seluruh keluarga Hartono berangkat dari Pyongyang, Korea Utara, dan baru tiba dua pekan kemudian ke Indonesia.

Menurut pemerintahan Orde Baru, Hartono tewas bunuh diri. Namun hal tersebut disangsikan kebenarannya oleh mantan Gubernur DKI Jakarta Letjen KKO (Purn) Ali Sadikin dan mantan Wakasal Laksamana Madya Rachmat Sumengkar.

“Saya temukan Hartono terduduk di kursi dengan darah membasahi bagian belakang kepala. Di sampingnya kaca jendela pecah berantakan kena tembakan…” demikian pengakuan Nyonya Prawirosoetarto seperti ditulis Julius Pour.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pramono Dampingi Megawati...
Pramono Dampingi Megawati Hadiri Bung Karno Festival di Taman Proklamasi
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Prabowo Dapat Laporan...
Prabowo Dapat Laporan Puskesmas di Miangas Belum Pernah Diperbaiki Sejak Era Soeharto
Usai Ziarah ke Makam...
Usai Ziarah ke Makam Soekarno dan Gus Dur, Kapolri Tabur Bunga di Makam Soeharto
Ziarah ke Makam Soekarno...
Ziarah ke Makam Soekarno di Blitar, Kapolri: Menyerap Nilai Pemimpin Bangsa
UNCLOS 82, Strategi...
UNCLOS 82, Strategi Sea Denial Melawan AT Mahan
Rekomendasi
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
Kritik Pemadaman Listrik,...
Kritik Pemadaman Listrik, Komisi VI DPR: Tidak Boleh Lagi Terjadi
Berita Terkini
Rano Karno Sebut Jakarta...
Rano Karno Sebut Jakarta Masuk 53 Kota Terbaik Dunia Kalahkan Washington DC
Kaesang Kaget Foto Jokowi...
Kaesang Kaget Foto Jokowi Lebih Banyak di Rakorwil PSI Kaltim
Polda Metro Tangkap...
Polda Metro Tangkap Perampok Minimarket di Bekasi, Pelaku Tercatat sebagai Mahasiswa
GKSI Berdayakan Peternak...
GKSI Berdayakan Peternak dan Koperasi Susu untuk Perkuat Program MBG
Bangun Sinergitas, Pemkot...
Bangun Sinergitas, Pemkot Bogor Bersama Pelaku Usaha Ikuti Kompetisi Padel
HUT ke-499 DKI, Parade...
HUT ke-499 DKI, Parade Mobil Hias hingga Tarian Khas Jakarta Meriahkan Jakfestival di Ancol
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved