Kunjungi Kawasan Penyangga IKN, Dubes Denmark Perhatikan Keseimbangan dan Kelestarian Lingkungan
Selasa, 07 Mei 2024 - 12:43 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut, Dubes Nielsen juga menyatakan kesiapan Denmark untuk membantu Kaltim dalam berbagai hal, termasuk dalam isu-isu lingkungan hidup.
"Denmark memiliki pengalaman yang luas dalam pembangunan berkelanjutan dan ramah lingkungan. Kami siap berbagi pengetahuan dan teknologi kami dengan Kaltim untuk membantu mewujudkan IKN yang hijau dan berkelanjutan," tambahnya.
Pj Gubernur Kaltim, Akmal Malik, menyambut baik tawaran investasi dan bantuan dari Denmark. Ia meyakini bahwa Kaltim memiliki potensi besar untuk menarik investasi dari berbagai negara, termasuk Denmark.
"Kami sangat antusias dengan minat Denmark untuk berinvestasi di IKN dan Kaltim secara umum. Kami yakin bahwa Kaltim memiliki banyak potensi yang menarik bagi investor asing," kata Akmal Malik.
Akmal Malik juga menjelaskan bahwa Kaltim memiliki infrastruktur yang cukup lengkap untuk mendukung pembangunan IKN, seperti Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan di Balikpapan dan Bandara APT Pranoto di Samarinda, dua pelabuhan internasional, dan tol Balikpapan-Samarinda.
"Denmark memiliki pengalaman yang luas dalam pembangunan berkelanjutan dan ramah lingkungan. Kami siap berbagi pengetahuan dan teknologi kami dengan Kaltim untuk membantu mewujudkan IKN yang hijau dan berkelanjutan," tambahnya.
Pj Gubernur Kaltim, Akmal Malik, menyambut baik tawaran investasi dan bantuan dari Denmark. Ia meyakini bahwa Kaltim memiliki potensi besar untuk menarik investasi dari berbagai negara, termasuk Denmark.
"Kami sangat antusias dengan minat Denmark untuk berinvestasi di IKN dan Kaltim secara umum. Kami yakin bahwa Kaltim memiliki banyak potensi yang menarik bagi investor asing," kata Akmal Malik.
Akmal Malik juga menjelaskan bahwa Kaltim memiliki infrastruktur yang cukup lengkap untuk mendukung pembangunan IKN, seperti Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan di Balikpapan dan Bandara APT Pranoto di Samarinda, dua pelabuhan internasional, dan tol Balikpapan-Samarinda.
(hri)
Lihat Juga :