Klinik Aborsi di Senen Terkenal dari Mulut ke Mulut
Selasa, 18 Agustus 2020 - 19:00 WIB
loading...
Petugas Polda Metro Jaya memperlihatkan 17 tersangka kasus praktik aborsi di Klinik dr.SWS Jalan raden Saleh, Senen, Jakarta Pusat.Foto/SINDOnews/Helmi Syarif
A
A
A
JAKARTA - Polda Metro Jaya membongkar praktik aborsi ilegal di Klinik dr. SWS Jalan Raden Saleh Senen, Jakarta Pusat. Adapun para pelaku mempromosikan kegiatan ilegalnya itu melalui mulut ke mulut.
"Cara pemasarannya menggunakan calo (dari mulut ke mulut), makanya ada jasa calo di sana. Lalu, dari pengalaman masing-masing kemudian berlanjut," ungkap Direskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Tubagus Ade Hidayat pada wartawan, Selasa (18/8/2020).
Selain itu, kata dia, pemasaran pun dilakukan dari hasil konsultasi antara tenaga medis ataupun dokter dengan pasiennya, khususnya saat ada pasien yang meminta untuk dilakukan aborsi. Sejauh ini, polisi tak menemukan kalau pemasaran abrosi ilegal itu dilakukan melalui media sosial.
Menurutnya, aborsi dilakukan saat ada permintaan dari pasien, baik pasien yang menghubungi calo, menghubungi call center klinik, ataupun datang langsung ke klinik. Lantas, pasien dijemput ke tempat pendaftaran dan melakukan konfirmasi pemeriksaan awal.
"Selanjutnya ada tujuh step sampai dengan pelaksanaan aborsi. Itu timeline pelaksanaan aborsi yang dilakukan di klinik tersebut," tuturnya. (Baca: Pembunuhan Bos Roti Jadi Awal Pengungkapan Praktik Klinik Aborsi di Senen)
"Cara pemasarannya menggunakan calo (dari mulut ke mulut), makanya ada jasa calo di sana. Lalu, dari pengalaman masing-masing kemudian berlanjut," ungkap Direskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Tubagus Ade Hidayat pada wartawan, Selasa (18/8/2020).
Selain itu, kata dia, pemasaran pun dilakukan dari hasil konsultasi antara tenaga medis ataupun dokter dengan pasiennya, khususnya saat ada pasien yang meminta untuk dilakukan aborsi. Sejauh ini, polisi tak menemukan kalau pemasaran abrosi ilegal itu dilakukan melalui media sosial.
Menurutnya, aborsi dilakukan saat ada permintaan dari pasien, baik pasien yang menghubungi calo, menghubungi call center klinik, ataupun datang langsung ke klinik. Lantas, pasien dijemput ke tempat pendaftaran dan melakukan konfirmasi pemeriksaan awal.
"Selanjutnya ada tujuh step sampai dengan pelaksanaan aborsi. Itu timeline pelaksanaan aborsi yang dilakukan di klinik tersebut," tuturnya. (Baca: Pembunuhan Bos Roti Jadi Awal Pengungkapan Praktik Klinik Aborsi di Senen)
Lihat Juga :