Banjir Bandang Terjang Luwu, Jalur Trans Sulawesi Lumpuh
Jum'at, 03 Mei 2024 - 15:53 WIB
loading...
A
A
A
“Banjir terjadi sejak Kamis malam hingga Jumat pagi di beberapa titik. Sekarang personil ada di Padang Sappa, Malela, Noling, Larompong,” ujarnya.
Dia mengaku, keterbatasan personel menyulitkan evakuasi warga yang terjebak banjir, karena itu pihaknya mengimbau warga agar bersabar menunggu tim evakuasi datang ke lokasi banjir.
Baca juga: Banjir Bandang Kembali Terjang Luwu, 500 Rumah Terendam
“Personel tidak bisa melayani seluruh permintaan evakuasi karena jumlah kami terbatas, akses juga sulit karena ketinggian air. Info terakhir, Bonelemo, Kecamatan Bajo juga minta dievakuasi. Kami imbau warga bersabar, jaga diri dan tetap koordinasi, kami sementara bekerja dan koordinasi dengan tim lain,” katanya.
Informasi yang dihimpun, banjir bandang yang kembali menerjang Luwu ini meluas ke sejumlah wilayah, seperti Kecamatan Larompong, Suli, Suli Barat, Belopa hingga Kecamatan Kamanre. Sejumlah titik terendam bahkan ketinggian air mencapai dada orang dewasa.
Hingga Jumat pagi (3/5/2024), arus lalu lintas di poros Suli, Belopa dan Tarramatekkeng mulai terhenti sehingga terjadi antrian kendaraan. “Tidak bisa lewat mobil, kami parkir sementara di Belopa,” ujar Firman sopir rute Parepare-Palopo.
Dia mengaku, keterbatasan personel menyulitkan evakuasi warga yang terjebak banjir, karena itu pihaknya mengimbau warga agar bersabar menunggu tim evakuasi datang ke lokasi banjir.
Baca juga: Banjir Bandang Kembali Terjang Luwu, 500 Rumah Terendam
“Personel tidak bisa melayani seluruh permintaan evakuasi karena jumlah kami terbatas, akses juga sulit karena ketinggian air. Info terakhir, Bonelemo, Kecamatan Bajo juga minta dievakuasi. Kami imbau warga bersabar, jaga diri dan tetap koordinasi, kami sementara bekerja dan koordinasi dengan tim lain,” katanya.
Informasi yang dihimpun, banjir bandang yang kembali menerjang Luwu ini meluas ke sejumlah wilayah, seperti Kecamatan Larompong, Suli, Suli Barat, Belopa hingga Kecamatan Kamanre. Sejumlah titik terendam bahkan ketinggian air mencapai dada orang dewasa.
Hingga Jumat pagi (3/5/2024), arus lalu lintas di poros Suli, Belopa dan Tarramatekkeng mulai terhenti sehingga terjadi antrian kendaraan. “Tidak bisa lewat mobil, kami parkir sementara di Belopa,” ujar Firman sopir rute Parepare-Palopo.
Lihat Juga :