alexametrics

Pascatabrakan, Kapal MV Star Centurion Tenggelam

loading...
Pascatabrakan, Kapal MV Star Centurion Tenggelam
Kapal khusus pekerjaan kabel bawah air MV Star Centurion (Kebangsaan Vanuatu) akhirnya tenggelam setelah bertabrakan dengan kapal tanker pembawa minyak, Senin (14/1/2018). Foto/Novel M Sinaga
A+ A-
BINTAN - Kapal khusus pekerjaan kabel bawah air MV Star Centurion (Kebangsaan Vanuatu) yang terombang-ambing di tengah Perairan Berakit, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri), akhirnya tenggelam di posisi 01 24.30' LU - 104 35.32, Senin (14/1/2018).

Kapal MV Star Centurion yang membawa 22 penumpang ini terlihat karam, dengan posisi kapal tenggelam miring usai bertabrakan dengan Kapal Tanker MT Antea (Berbendera Kebangsaan Hong Kong) pada Minggu (13/1/2018) kemarin. Hampir seluruh badan kapal tenggelam, hanya sedikit badan kapal yang bisa terlihat mengapung dipermukaan laut.

"Kapal (MV Star Centurion) sudah tenggelam namun masih kelihatan dikit," ujar Kasat Polairud Polres Bintan, AKP Suardi yang turun ke lokasi kejadian, Senin (14/1/2018).



Suardi menyebutkan, tenggelamnya kapal MV Star Centurion disebabkan kerusakan parah pada badan kapal pascatabrakan dengan kapal tanker. Selain itu, kondisi gelombang yang kurang bersahabat juga menjadi faktor tenggelamnya kapal tersebut.

Kepala Operasi PPLP Tanjunguban Samsul menerangkan, kejadian tabrakan kapal Tanker MT Antea dengan kapal MV Star Centurion berada di perairan Indonesia yang merupakan jalur laut atau dikenal dengan istilah lintas damai.

"Itu diperairan Indonesia di jalur lintas damai, yang berjarak kurang lebih 6 jam dari Tanjung Berakit," terang Samsul.

Samsul menambahkan, adapun kapal tangker MT Antea merupakan kapal pengangkut minyak, sementara kapal MV Star Centurion merupakak kapal khusus pengerjaan kabel bawah laut.

"MT Antea merupakan kapal pengangkut Minyak, namun untuk jenis minyaknya kami kurang tahu. Dalam hal ini kami hanya memastikan kalau lautan kita tidak tercemar minyak, pasca tabrakan," kata Samsul.

Berkaitan dengan kronologis kejadiannya seperti apa, Samsul belum bisa bercerita banyak. Sebab, keseluruhan kru kapal sudah dibawa pihak berwenang negara Singapura.

Dalam kejadian Lakalaut itu, tidak ada korban jiwa. Sebelumnya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Tanjungpinang Budi Cahyadi menerangkan 22 penumpang kapal MV Star Centurion berhasil diselamatkan dengan menggunakan perahu sekoci.

"Jadi begitu kapal oleng, dua sekoci dikeluarkan dari kapal, dan ditarik dua kapal penyelamat lainnya. Penumpang berhasil dibawa ke Pelabuhan Singapura," kata Budi, dalam keterangan persnya, Senin (14/1/2018).
(rhs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak