Lolos Verifikasi, 71 SMA/SMK/SLB di Jabar Mulai KBM Tatap Muka
Selasa, 18 Agustus 2020 - 16:25 WIB
loading...
Sebanyak 71 SMA dan sederajat di Jawa Barat dinyatakan lolos verifikasi dan mulai pembelajaran tatap muka.Foto/dok
A
A
A
BANDUNG - Sebanyak 71 SMA/SMK di Provinsi Jawa Barat menggelar aktivitas kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka dengan penerapan protokol kesehatan ketat. Beberapa di antaranya telah memulai KBM tatap muka hari ini, Selasa (18/8/2020).
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar, Dedi Supandi menjelaskan, puluhan SMA/SMK/SLB tersebut diizinkan menggelar KBM tatap muka setelah lolos tahapan verifikasi oleh tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19.
(Baca juga: Siapkan 7,6 Juta Lembar, Warga Bandung Bisa Dapat Uang Pecahan Rp75.000 )
Verifikasi yang telah dijalani, di antaranya status wilayah berada di zona hijau, sarana dan prasarana sekolah sesuai protokol COVID-19, tenaga pendidik terbebas dari COVID-19, dan tempat tinggal peserta didik yang berada di zona blank spot internet.
"71 sekolah ini terdiri dari 38 SMA, 28 SMK, dan sisanya SLB. Tapi, dari 71 sekolah ini, belum semuanya menggelar KBM tatap muka pekan ini karena masih ada sekolah yang kekurangn indikator, seperti rekomendasi dari gugus tugas setempat hingga ada bapak ibu gurunya yang belum dilakukan tes PCR," terang Dedi di Bandung, Selasa (18/8/2020).
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar, Dedi Supandi menjelaskan, puluhan SMA/SMK/SLB tersebut diizinkan menggelar KBM tatap muka setelah lolos tahapan verifikasi oleh tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19.
(Baca juga: Siapkan 7,6 Juta Lembar, Warga Bandung Bisa Dapat Uang Pecahan Rp75.000 )
Verifikasi yang telah dijalani, di antaranya status wilayah berada di zona hijau, sarana dan prasarana sekolah sesuai protokol COVID-19, tenaga pendidik terbebas dari COVID-19, dan tempat tinggal peserta didik yang berada di zona blank spot internet.
"71 sekolah ini terdiri dari 38 SMA, 28 SMK, dan sisanya SLB. Tapi, dari 71 sekolah ini, belum semuanya menggelar KBM tatap muka pekan ini karena masih ada sekolah yang kekurangn indikator, seperti rekomendasi dari gugus tugas setempat hingga ada bapak ibu gurunya yang belum dilakukan tes PCR," terang Dedi di Bandung, Selasa (18/8/2020).
Lihat Juga :