alexametrics

3 Anak Tewas Tertimbun Longsor di Sikka NTT, Satu Kritis

loading...
3 Anak Tewas Tertimbun Longsor di Sikka NTT, Satu Kritis
Penambangan pasir di Dusun Watuwolot Desa Hale Kecamatan Kabupaten Sikka, Provinsi NTT longsor. Tiga anak meninggal dunia dalam peristiwa itu. Foto/Ilustrasi
A+ A-
SIKA - Tiga anak meninggal dunia karena tertimbun tanah longsor saat menambang pasir di Dusun Watuwolot Desa Hale Kecamatan Kabupaten Sikka, Provinsi NTT. Sementara 1 orang lainnya berhasil diselamatkan dan kini dirawat di RSUD TC Hillers Maumere.

Anak yang menjadi korban adalah dua kakak beradik atas nama Petrus Afriandi (10), dan Emanuel Jefrianto (8). Satu lagi yakni Silferius Silik (11), masih ada hubungan saudara dengan 2 anak yang tewas. Sementara yang dalam keadaan kritis adalah Marselinus Moa alias Doli (20).

Pantauan di lapangan, lokasi kejadian sekitar 45 kilometer dari Kota Maumere. Ratusan orang masih memadati rumah Januarius Joni, si pemilik lahan. Mereka menyaksikan proses pencarian korban yang tewas akibat tertimbun tanah.



Sejumlah personel Basarnas Maumere dan aparat TNI dan Polri Tagana Sikka, sedang menggali timbunan pasir untuk mencari korban yang tertimbun.

Informasi yang dihimpun media ini, ketiga anak korban tewas tersebut sudah biasa menambang pasir di tempat itu meskipun tidak setiap hari. Mereka mendapatkan upah dari pemilik lahan. Pagi sekitar pukul 06.30 Wita ketiganya sudah berada di lokasi, lengkap dengan linggis kecil dan sak semen.

Lokasi penggalian pasir ini sudah membentuk tebing, persis berbatasan dengan rumah tetangga. Tinggi tebing itu kurang lebih 12 meter. Di atas tanah dataran tebing tumbuh sebuah pohon nangka, dan terdapat sebongkah batu besar, saat itu tiga anak yang tewas berdiri di bawah ketinggian tebing sambil menambang pasir. Sementara ada tiga orang dewasa lainnya sedang memungut batu kerikil.

Wihelmus Wirianti saksi mata menuturkan, peristiwa longsornya pasir berlangsung begitu cepat. Dia berada di lokasi karena sedang menaikkan batu kerikil ke atas dump truk. Tiba-tiba saja tanah longsor lalu pohon nangka roboh dan batu besar menggelinding ke bawah. Wilhelmus Wiranti dan Ifantus Nong langsung spontan menghindar, sementara keempat orang ini tidak sempat menyelamatkan diri.

“Tidak ada tanda-tanda tiba-tiba saja longsor. Saya dan teman refleks keluar dan saya lihat yang lainnya sudah tertimbun. Saya langsung berteriak minta tolong,” ungkap pelajar kelas XII SMKN 3 Maumere itu.

Warga pun ramai mendatangi lokasi kejadian untuk memberikan bantuan. Mereka masih bisa menyelamatkan Doli, sopir dump truk. Saat diangkat dari timbunan, korban masih bernafas. Warga pun segera membawanya ke Puskesmas Mapitara, yang kemudian dirujuk ke RSUD TC Hillers Maumere.
(rhs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak