PMI Banten Bagikan Takjil dan Kampanyekan Disinfeksi Mandiri
Jum'at, 01 Mei 2020 - 11:46 WIB
loading...
PMI Provinsi Banten terus bergerak memerangi virus Corona atau Covid-19. Pada momen Ramadan, digelar kegiatan pembagian takjil dan Wipol
A
A
A
SERANG - Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Banten terus bergerak memerangi virus Corona atau Covid-19. Pada momen Ramadan, digelar kegiatan pembagian takjil dan Wipol (cairan pembersih lantai yang bisa menjadi bahan baku disinfektan).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Ketua PMI Provinsi Banten Ratu Tatu Chasanah di Cek Poin Walantaka, Kota Serang, Banten, Kamis (30/4/2020). “Bagian dari upaya memerangi virus corona, kami bersama aparat kepolisian, dan Puskesmas, turut melakukan pengecekan suhu tubuh para pengendara, membagikan masker, serta membagikan takjin,” ujarnya.
Menurutnya, pembagian Wipol dalam rangka kampanye disinfeksi mandiri bagi masyarakat. Selain alat pembersih lantai, Wipol bisa menjadi bahan baku cairan disinfektan. “Jadi warga bisa membuat cairan disinfektan sendiri. Kemudian bisa digunakan untuk penyemprotan di rumahnya atau lingkungan sekitarnya,” ujarnya.
Ada 700 paket takjil yang dibagikan kepada para pengendara. “Selain PMI Banten, kampanye disinfeksi juga dilakukan oleh PMI delapan kabupaten/kota di Banten. Kami terus bergerak memerangi covid-19,” ujar Tatu.
Tatu berharap, masyarakat disiplin melakukan upaya pencegahan virus corona. Mulai dari menjaga kebersihan tangan, memakai masker jika keluar rumah, serta melakukan physical distancing atau menjaga jarak interaksi antar sesama. Dalam pembagian takjil pun, dibagikan media kit imbauan tunda mudik.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Ketua PMI Provinsi Banten Ratu Tatu Chasanah di Cek Poin Walantaka, Kota Serang, Banten, Kamis (30/4/2020). “Bagian dari upaya memerangi virus corona, kami bersama aparat kepolisian, dan Puskesmas, turut melakukan pengecekan suhu tubuh para pengendara, membagikan masker, serta membagikan takjin,” ujarnya.
Menurutnya, pembagian Wipol dalam rangka kampanye disinfeksi mandiri bagi masyarakat. Selain alat pembersih lantai, Wipol bisa menjadi bahan baku cairan disinfektan. “Jadi warga bisa membuat cairan disinfektan sendiri. Kemudian bisa digunakan untuk penyemprotan di rumahnya atau lingkungan sekitarnya,” ujarnya.
Ada 700 paket takjil yang dibagikan kepada para pengendara. “Selain PMI Banten, kampanye disinfeksi juga dilakukan oleh PMI delapan kabupaten/kota di Banten. Kami terus bergerak memerangi covid-19,” ujar Tatu.
Tatu berharap, masyarakat disiplin melakukan upaya pencegahan virus corona. Mulai dari menjaga kebersihan tangan, memakai masker jika keluar rumah, serta melakukan physical distancing atau menjaga jarak interaksi antar sesama. Dalam pembagian takjil pun, dibagikan media kit imbauan tunda mudik.
Lihat Juga :