alexametrics

Gunung Karangetang Naik Status Menjadi Siaga

loading...
Gunung Karangetang Naik Status Menjadi Siaga
Status Gunung Karangetang sejak 20 Desember 2018 pukul 18.00 Wita dinaikkan dari Level II (Waspada) ke Level III (Siaga). (Ist)
A+ A-
SITARO - Status Gunung Karangetang sejak 20 Desember 2018 pukul 18.00 Wita dinaikkan dari Level II (Waspada) ke Level III (Siaga). Gunung Karangetang yang memiliki ketinggian 1784 m di atas permukaan laut dan berada di Pulau Siau Kabupaten Sitaro, Provinsi Sulawesi Utara itu aktivitasnya meningkat.

Peningkatan status ini berdasarkan hasil analisis data visual dan instrumental serta mempertimbangkan potensi ancaman bahayanya dari aktivitas erupsi Gunung Karangetang.

Plt Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Antonius Ratdomopurno dalam keterangan tertulisnya menjelaskan, sehubungan dengan peningkatan status Gunung Karangetang menjadi Level III (Siaga), pihaknya merekomendasikan agar masyarakat di sekitar Gunung Karangetang dan pengunjung/wisatawan agar tidak melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam radius 2,5 Km dari Kawah 2 (kawah utara) dan Kawah Utama (kawah Selatan) ke arah UtaraTimur-Selatan-Barat dan radius 3 km ke arah Baratlaut (Lihat Lampiran 6).



Begitu juga masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai.

"Masyarakat di sekitar Gunung Karangetang dianjurkan agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut, guna mengantisipasi potensi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu. Selain itu yang penting tetap tenang, tidak terpancing isu yang tidak jelas sumbernya tentang erupsi Gunung Karangetang dan selalu megikuti arahan dari BPBD Kabupaten Sitaro," sebutnya.

Potensi bahaya yang lain adalah longsoran guguran lava pijar dan bahaya sekunder lahar. Potensi ancaman bahaya letusan Gunung Karangetang saat ini adalah sungai-sungai yang berpotensi menjadi jalur aliran lava dan guguran dari kawwah-kawah adalah Sungai Kinali, Sungai Sumpihi, Sungai Kiawang, Sungai Kawahang, Sungai Niambangeng, Sungai Batuare, Sungai Batukole dan Sungai Melebuhe.

"Saat ini, aliran lava dan guguran sering terjadi dengan jarak luncur mencapai 2 Km ke arah Kali Sumpihi dan Kali Batuare. Serta lontaran material vulkanik sejauh lebih kurang 1 km ke segala arah," jelasnya.
(nag)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak