Ini Penilaian Eks Ajudan BJ Habibie Terhadap Sosok Listyo Sigit Prabowo
Selasa, 18 Agustus 2020 - 01:55 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Albiner, ketenangan dalam melaksanakan amanah dapat dibaca dari riwayat perjalanan hidup Jenderal Sigit. Pertama, ketika dipromosikan tahun 2009 mengisi Kapolres di Pati, beliau dianggap minim prestasi. Kedua, penolakan keras dari MUI Banten ketika menduduki jabatan Kapolda dengan alasan rasis. Ketiga, ketika dipromosikan menduduki amanah sebagai Kabareskrim dengan aroma senioritas dan lainnya.
Namun, kata Albiner, tempaan jam terbang dan lingkungan zona kerja, menjadi daya tarik sendiri dalam membentuk ketenangan lahir dan batin. Tidak heran, interaksi dengan para ulama yang intens ketika beliau bertugas di Jawa Tengah (Pati, Semarang, dan Solo) dan Banten. Kota penuh kyai dan ulama sebagai cipta peluang untuk sharing kebangsaan dalam melayani masyarakat.
"Sebut saja misalnya, silaturrahmi Jenderal Sigit dengan Kyai Sahal Mahfudz yang pernah menduduki Ketua MUI dan Dewan Penasihat Pengurus Besar Nahdhatul Ulama," kata Albiner Sitompul.
Jenderal Sigit, mulai dikenal publik saat karirnya tahun 2009, jabatan penting diamanahkan berawal dari Polres Pati, Wakapoltabes Semarang, dan Kapolres Surakarta. Prestasi Sigit semakin cemerlang, terbukti tahun 2014 dipanggil ke Istana sebagai Ajudan Presiden Joko Widodo. Kemudian diamanahkan menjabat sebagai Kapolda Banten 2016. Lanjut ke Mabes Polri sebagai Kepala Divisi Propam Polri tahun 2018, hingga pada posisi strategis sebagai Kabareskrim.
Namun, kata Albiner, tempaan jam terbang dan lingkungan zona kerja, menjadi daya tarik sendiri dalam membentuk ketenangan lahir dan batin. Tidak heran, interaksi dengan para ulama yang intens ketika beliau bertugas di Jawa Tengah (Pati, Semarang, dan Solo) dan Banten. Kota penuh kyai dan ulama sebagai cipta peluang untuk sharing kebangsaan dalam melayani masyarakat.
"Sebut saja misalnya, silaturrahmi Jenderal Sigit dengan Kyai Sahal Mahfudz yang pernah menduduki Ketua MUI dan Dewan Penasihat Pengurus Besar Nahdhatul Ulama," kata Albiner Sitompul.
Jenderal Sigit, mulai dikenal publik saat karirnya tahun 2009, jabatan penting diamanahkan berawal dari Polres Pati, Wakapoltabes Semarang, dan Kapolres Surakarta. Prestasi Sigit semakin cemerlang, terbukti tahun 2014 dipanggil ke Istana sebagai Ajudan Presiden Joko Widodo. Kemudian diamanahkan menjabat sebagai Kapolda Banten 2016. Lanjut ke Mabes Polri sebagai Kepala Divisi Propam Polri tahun 2018, hingga pada posisi strategis sebagai Kabareskrim.
(nth)
Lihat Juga :