Dipakai Jokowi, Sepeda Lipat Kreuz Banjir Orderan hingga 2023
Selasa, 18 Agustus 2020 - 05:32 WIB
loading...
A
A
A
"Kalau pabriknya sudah siap, waiting list yang mencapai 500 unit itu, bisa kami penuhi dalam waktu 10 bulan. Harapannya, dalam waktu dekat bisa selesai dan segera beroperasi," beber pria lulusan teknik mesin ini.
Kendati begitu, kata dia, membuat sepeda lipat tiga tidak bisa sepenuhnya mengandalkan mesin. Perlu sentuhan tangan khusus, agar hasilnya dapat memuaskan. Apalagi untuk beberapa bidang, seperti engsel dan sambungan perlu las secara presisi.
"Pernah saat masih membuat prototipe, sepeda bisa dilipat tapi tidak bisa dilepas lagi. Ternyata masalahnya ada di engsel. Ada cara khusus, sehinga hasilnya bisa menjadi seperti sekarang," jelasnya.
Untuk komponen khusus, kata dia, juga dibuat dengan rig khusus. Menggunakan mesin bubut yang tidak sembarangan. Karena komponen itu tidak ada di pasaran. Nyaris hampir 30 komponen Kreuz dibuat sesuai spesifikasi.
"Jadi salah kalau dibilang Kreuz ini mencontek sepeda Bromton. Kita strukturnya berbeda. Memang saya membuat sepeda ini berdasarkan ATM (amati, tiru, dan modifikasi). Dan Kreuz ini betul betul hasil modifikasi. Berbeda dengan Bromton," beber Yudi yang sudah jatuh bangun mejadi pelaku usaha skala mikro dan kecil.
Sampai saat ini, kata dia berbagai cibiran, terutama di media sosial terus berdatangan. Namun, semua itu dia abaikan. Saat ini dia fokus bagaimana produk lokal ini bisa berkembang besar, dan menjadi pemain di negeri sendiri.
Kendati begitu, kata dia, membuat sepeda lipat tiga tidak bisa sepenuhnya mengandalkan mesin. Perlu sentuhan tangan khusus, agar hasilnya dapat memuaskan. Apalagi untuk beberapa bidang, seperti engsel dan sambungan perlu las secara presisi.
"Pernah saat masih membuat prototipe, sepeda bisa dilipat tapi tidak bisa dilepas lagi. Ternyata masalahnya ada di engsel. Ada cara khusus, sehinga hasilnya bisa menjadi seperti sekarang," jelasnya.
Untuk komponen khusus, kata dia, juga dibuat dengan rig khusus. Menggunakan mesin bubut yang tidak sembarangan. Karena komponen itu tidak ada di pasaran. Nyaris hampir 30 komponen Kreuz dibuat sesuai spesifikasi.
"Jadi salah kalau dibilang Kreuz ini mencontek sepeda Bromton. Kita strukturnya berbeda. Memang saya membuat sepeda ini berdasarkan ATM (amati, tiru, dan modifikasi). Dan Kreuz ini betul betul hasil modifikasi. Berbeda dengan Bromton," beber Yudi yang sudah jatuh bangun mejadi pelaku usaha skala mikro dan kecil.
Sampai saat ini, kata dia berbagai cibiran, terutama di media sosial terus berdatangan. Namun, semua itu dia abaikan. Saat ini dia fokus bagaimana produk lokal ini bisa berkembang besar, dan menjadi pemain di negeri sendiri.
Lihat Juga :