alexametrics

Kaligawe-Genuk Banjir, Jalur Pantura Semarang-Demak Macet Parah

loading...
Kaligawe-Genuk Banjir, Jalur Pantura Semarang-Demak Macet Parah
Pengendara saat melintasi Jalan Raya Kaligawe Semarang yang terendam banjir, Senin (3/12/2018). Banjir disebabkan hujan deras yang mengguyur Kota Semarang semalam. FOTO/SINDOnews/AHMAD ANTONI
A+ A-
SEMARANG - Pengguna jalan harus hati-hati dan ekstra waspada saat melintasi Jalan Raya Kaligawe menuju Genuk atau arah sebaliknya. Jalur pantura yang menghubungkan Kota Semarang dan Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Senin (3/12/2018) siang, macet parah karena terendam banjir.

Dari pantauan SINDOnews, banjir disebabkan hujan deras yang mengguyur Kota Semarang, Minggu (2/12/2018) malam. Ratusan kendaraan terjebak macet, baik dari arah Jalan Raya Kaligawe, arteri Yos Sudarso maupun dari Sayung menuju Kaligawe. Bahkan banyak kendaraan baik minibus maupun motor mogok di tengah genangan banjir.

Sejumlah warga ikut membantu mendorongnya dari genangan agar kemacetan tak bertambah parah. "Saya terpaksa lewat Kaligawe, eh ternyata terendam banjir. Tadi malam kan hujan deras sehingga terjadi genangan air yang terus meninggi," kata Sutrisno, warga Sayung, Demak yang hendak menuju Kalibanteng, Semarang.

Kemacetan arus lintas di kawasan Kaligawe dan Genuk membuat sejumlah pengguna jalan memilih putar balik, mengurungkan niat bepergian. Seperti yang dialami Andik, warga Pleburan, Semarang yang berencana pergi ke Kudus menggunakan motor.

"Ini macetnya sudah parah, sudah 1 jam saya di sini (Kaligawe). Saya pilih pulang saja daripada terus terjebak macet," kata Andik. Menurutnya, kemacetan juga diperparah dengan kondisi jalan yang berlubang-lubang di sejumlah titik akibat tergerus air.

Sementara, di bawah jembatan tol kaligawe tampak aktivitas sejumlah petugas yang terus menyedot genangan untuk dibuang ke saluran yang lebih lebar.
(amm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak