Pemuda Harus Jadi Landasan Adaptasi Bangun Ekonomi Akibat Pandemi
Minggu, 16 Agustus 2020 - 16:17 WIB
loading...
Di masa pandemi COVID-19, pemuda sebagai kaum milenial harus dijadikan landasan beradaptasi dalam pembangunan. (Foto/Ist)
A
A
A
MEDAN - Bakal calon wali kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution mengungkapkan, di masa pandemi COVID-19 , pemuda sebagai kaum milenial harus dijadikan landasan beradaptasi dalam pembangunan.
“Dalam kondisi saat ini, anak muda tidak perlu beradaptasi lagi. Karena pemuda sudah lama menerapkan teknologi,” terangnya menjadi narasumber dalam Dialog Publik bertema ‘Membangun Negeri di Tengah Pandemi’ di Garuda Plaza Hotel Medan.
Dia mengatakan, ketika terbatasi oleh pandemi, baru disadari betapa pentingnya inovasi dan teknologi yang selama ini diacuhkan. Bahwa teknologi dan inovasi belum diaplikasikan secara optimal dalam kehidupan sehari-hari, terutama untuk perekonomian.
“Jadi untuk membangun kembali perekonomian yang sempat terpuruk, pemuda harus menjadi contoh adaptasi. Pemuda harus melek teknologi dan berinovasi,” ucap Wakil Ketua Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) ini. (BACA JUGA: Manchester United Gagal di Liga Europa, Solskjaer Didesak Mundur)
Tetapi, terangnya, untuk membangun harus bersama-sama, pemuda tidak bisa bekerja sendiri. Harus berkolaborasi untuk sama-sama membangun kembali kota kita ini. Alumnus Agribisnis IPB ini pun memperkenalkan metode Kolaborasi Pentahelix dalam menangani COVID-19.
“Yaitu pemerintah, masyarakat, akademisi, pelaku usaha dan media bersama-sama membangun negara,” kata penggagas #KolaborasiMedanBerkah ini.
Dijelaskan Bobby, pemuda sebagai bagian dari masyarakat, harus mengambil peran dalam penegasan penerapan protokol kesehatan.
“Biasanya, anak-anak muda kalau kepepet, banyak kali caranya. Kini, kita kepepet dalam bidang perekonomian, pasti banyak ide yang muncul,” beber ayah dari Sedah Mirah Nasution dan Panembahan Al Nahyan Nasution ini.
Akademisi sebagai pakar, ungkapnya, juga harus mengkaji secara akademik langkah-langkah konkrit dalam penanganan COVID-19.
“Tim saya punya banyak akademisi dengan ide brilian untuk membangun Kota Medan,” jelas suami dari Kahiyang Ayu ini.
Lalu pelaku usaha, imbuhnya, juga harus berinovasi tanpa meninggalkan sisi sosial dan kemanusiaan. Pelaku usaha harus bersatu. Karena selama ini, Bobby melihat pelaku usaha di Medan masih berjalan sendiri-sendiri. Bahkan ada yang berpikir pelaku lainnya adalah saingan.
“Kondisi pandemi ini harus dimanfaatkan pelaku usaha untuk berubah, harus menyadari usaha adalah ekosistem, sehingga bisa menjadi momentum kebaikan bagi semua,” terangnya.
Sementara media, adalah sumber informasi terdepan. Sebab, apa yang ditulis media akan menjadi pola pikir masyarakat.
"Media menuliskan positif, pastilah kita berpikir positif,” tutur pria kelahiran 5 Juli 1991 ini. (BACA JUGA: Cara Amerika Serikat Mengusir Tik-Tok dan Aplikasi China Lainnya)
Untuk itu, Bobby meminta kepada media unruk menyebarkan hal-hal positif dan memberi semangat. Sehingga dapat memberi narasi positif untuk pembangunan.
Sebelum diskusi Ketua PKC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sumatera Utara (Sumut), Azlansyah Hasibuan mengungkapkan untuk menuntaskan permasalahan COVID-19 ini, semua pihak harus berkolaborasi. “Kita semua harus patuhi aturan. Insya Allah keberkahan akan kita gapai. Sehingga pandemi covid ini akan berlalu,” terangnya.
Menurutnya, PMII akan berusaha membantu dalam melawan COVID-19. Juga bersiap memberi masukan-masukan konstruktif dalam pembangunan.
“Dalam kondisi saat ini, anak muda tidak perlu beradaptasi lagi. Karena pemuda sudah lama menerapkan teknologi,” terangnya menjadi narasumber dalam Dialog Publik bertema ‘Membangun Negeri di Tengah Pandemi’ di Garuda Plaza Hotel Medan.
Dia mengatakan, ketika terbatasi oleh pandemi, baru disadari betapa pentingnya inovasi dan teknologi yang selama ini diacuhkan. Bahwa teknologi dan inovasi belum diaplikasikan secara optimal dalam kehidupan sehari-hari, terutama untuk perekonomian.
“Jadi untuk membangun kembali perekonomian yang sempat terpuruk, pemuda harus menjadi contoh adaptasi. Pemuda harus melek teknologi dan berinovasi,” ucap Wakil Ketua Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) ini. (BACA JUGA: Manchester United Gagal di Liga Europa, Solskjaer Didesak Mundur)
Tetapi, terangnya, untuk membangun harus bersama-sama, pemuda tidak bisa bekerja sendiri. Harus berkolaborasi untuk sama-sama membangun kembali kota kita ini. Alumnus Agribisnis IPB ini pun memperkenalkan metode Kolaborasi Pentahelix dalam menangani COVID-19.
“Yaitu pemerintah, masyarakat, akademisi, pelaku usaha dan media bersama-sama membangun negara,” kata penggagas #KolaborasiMedanBerkah ini.
Dijelaskan Bobby, pemuda sebagai bagian dari masyarakat, harus mengambil peran dalam penegasan penerapan protokol kesehatan.
“Biasanya, anak-anak muda kalau kepepet, banyak kali caranya. Kini, kita kepepet dalam bidang perekonomian, pasti banyak ide yang muncul,” beber ayah dari Sedah Mirah Nasution dan Panembahan Al Nahyan Nasution ini.
Akademisi sebagai pakar, ungkapnya, juga harus mengkaji secara akademik langkah-langkah konkrit dalam penanganan COVID-19.
“Tim saya punya banyak akademisi dengan ide brilian untuk membangun Kota Medan,” jelas suami dari Kahiyang Ayu ini.
Lalu pelaku usaha, imbuhnya, juga harus berinovasi tanpa meninggalkan sisi sosial dan kemanusiaan. Pelaku usaha harus bersatu. Karena selama ini, Bobby melihat pelaku usaha di Medan masih berjalan sendiri-sendiri. Bahkan ada yang berpikir pelaku lainnya adalah saingan.
“Kondisi pandemi ini harus dimanfaatkan pelaku usaha untuk berubah, harus menyadari usaha adalah ekosistem, sehingga bisa menjadi momentum kebaikan bagi semua,” terangnya.
Sementara media, adalah sumber informasi terdepan. Sebab, apa yang ditulis media akan menjadi pola pikir masyarakat.
"Media menuliskan positif, pastilah kita berpikir positif,” tutur pria kelahiran 5 Juli 1991 ini. (BACA JUGA: Cara Amerika Serikat Mengusir Tik-Tok dan Aplikasi China Lainnya)
Untuk itu, Bobby meminta kepada media unruk menyebarkan hal-hal positif dan memberi semangat. Sehingga dapat memberi narasi positif untuk pembangunan.
Sebelum diskusi Ketua PKC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sumatera Utara (Sumut), Azlansyah Hasibuan mengungkapkan untuk menuntaskan permasalahan COVID-19 ini, semua pihak harus berkolaborasi. “Kita semua harus patuhi aturan. Insya Allah keberkahan akan kita gapai. Sehingga pandemi covid ini akan berlalu,” terangnya.
Menurutnya, PMII akan berusaha membantu dalam melawan COVID-19. Juga bersiap memberi masukan-masukan konstruktif dalam pembangunan.
(vit)
Lihat Juga :