alexametrics

Penguatan Rupiah Didorong Meningkatnya Aliran Masuk Modal Asing

loading...
Penguatan Rupiah Didorong Meningkatnya Aliran Masuk Modal Asing
foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk tetap mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 4,50%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,25%. Menurut Bank Indonesia, keputusan itu berdasarkan pertimbangan perlunya menjaga stabilitas eksternal di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang saat ini masih relatif tinggi.

Pertimbangan itu mengalahkan kondisi yang terjadi di dalam negeri sendiri, seperti rendahnya inflasi. "Meskipun Bank Indonesia tetap melihat adanya ruang penurunan suku bunga dengan rendahnya tekanan inflasi dan perlunya mendorong pertumbuhan ekonomi," kata Onny Widjanarko, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, dalam siaran persnya, Selasa (14/4/2020).

Sementara, untuk menjaga stabilisasi dan penguatan nilai tukar rupiah, BI meningkatkan intensitas kebijakan triple intervention, baik melalui spot, Domestic Non-deliverable Forward (DNDF), maupun pembelian SBN dari pasar sekunder. (Baca: Walkot dan Pejabat Prabumulih Diminta Swab Test dan Terapkan PSBB)



BI menyatakan bahwa nilai tukar rupiah kembali menguat mulai minggu kedua April 2020 seiring meredanya kepanikan pasar keuangan global. Pada 13 April 2020, nilai tukar rupiah menguat 4,35% secara point to point dibandingkan dengan level pada akhir Maret 2020.

"Penguatan rupiah pada April 2020 didorong kembali meningkatnya aliran masuk modal asing ke pasar keuangan domestik pasca-ditempuhnya berbagai kebijakan di banyak negara untuk memitigasi dampak penyebaran COVID-19, termasuk Indonesia," jelas Onny.

Perkembangan rupiah yang kembali menguat juga didukung oleh berlanjutnya pasokan valas dari pelaku domestik sehingga dapat terus menopang stabilitas nilai tukar rupiah. BI memperkirakan bahwa rupiah akan bergerak stabil dan cenderung menguat ke arah Rp15.000 per dolar AS di akhir tahun 2020.
(ihs)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak