Selebgram Aghnia Punjabi Ceritakan Detik-detik Mengerikan Anaknya Disiksa dan Dipukuli Baby Sitter
Sabtu, 30 Maret 2024 - 19:13 WIB
loading...
A
A
A
"Pada saat itu kamarnya dikunci, dan itu pada saat sahur semua mbak-mbak saya di bawah, sahur di basement," ucap Aghnia Punjabi, saat di hadapan media di Mapolresta Malang Kota, Sabtu siang (30/3/2024).
Aghnia mengaku tak habis pikir akan ulah sang baby sitter asal Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro. Mengingat IPS melakukan perlakuan kejam ke C, anak berusia 3,5 tahun selama satu jam, hingga babak belur.
"Anak saya disiksa satu jam lebih tanpa ada ampun, disiksa itu dalam artian saat lari ke sana ke sini dikejar sampai mampus, itu anak 3 tahun tidak ada yang menolong," terangnya.
Baca juga: Ini Motif Pengasuh Anak Aniaya Balita Selebgram di Malang hingga Babak Belur
"Tidak ada yang mendengar, dan untuk menutupi itu semua suster ini membiarkan anak saya untuk di dalam kamar dikunci, tidak diberi makan, mungkin hanya satu kali, satu harian saya enggak bisa ngomong apa-apa lagi," imbuhnya sambil berkali-kali meneteskan air mata.
Beruntung, aksi kejam itu tak membuat anaknya meninggal dunia. Sebab penganiayaan yang menimpa anaknya diterima selama satu jam, antara pukul 04.00 - 05.00 WIB, pada Kamis dini hari (28/3/2024), dan tidak diketahui oleh orang-orang di rumahnya.
Aghnia mengaku tak habis pikir akan ulah sang baby sitter asal Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro. Mengingat IPS melakukan perlakuan kejam ke C, anak berusia 3,5 tahun selama satu jam, hingga babak belur.
"Anak saya disiksa satu jam lebih tanpa ada ampun, disiksa itu dalam artian saat lari ke sana ke sini dikejar sampai mampus, itu anak 3 tahun tidak ada yang menolong," terangnya.
Baca juga: Ini Motif Pengasuh Anak Aniaya Balita Selebgram di Malang hingga Babak Belur
"Tidak ada yang mendengar, dan untuk menutupi itu semua suster ini membiarkan anak saya untuk di dalam kamar dikunci, tidak diberi makan, mungkin hanya satu kali, satu harian saya enggak bisa ngomong apa-apa lagi," imbuhnya sambil berkali-kali meneteskan air mata.
Beruntung, aksi kejam itu tak membuat anaknya meninggal dunia. Sebab penganiayaan yang menimpa anaknya diterima selama satu jam, antara pukul 04.00 - 05.00 WIB, pada Kamis dini hari (28/3/2024), dan tidak diketahui oleh orang-orang di rumahnya.
Lihat Juga :