Gawat! Penyakit DBD di Depok Tembus 328 Kasus, 1 Pasien Meninggal Dunia
Rabu, 27 Maret 2024 - 06:47 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Kemenkes Ungkap Biang Kerok Penyebab Tingginya Kasus DBD di Indonesia
"Upaya yang dilakukan segera melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) utk kasus positif DBD dan menindak lanjuti sesuai hasil PE. Memasifkan kembali informasi untuk kegiatan PSN melalui 3 M plus dan secara rutin memantau adanya jentik di setiap rumah melalui program G1R1J (Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik)," ucap Umi.
Umi meminta fasilitas kesehatan (faskes) agar sesuai standar tata laksana penanganan DBD. Umi juga mengimbau masyarakat jika mengalami sakit demam segera berobat ke faskes atau puskesmas terdekat.
"Mengimbau faskes untuk tata laksana DBD sesuai standar dan menguatkan sistem rujukan dan mengimbau kepada masyarakat jika sakit demam berobat ke puskesmas atau faskes," ucapnya.
"Upaya yang dilakukan segera melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) utk kasus positif DBD dan menindak lanjuti sesuai hasil PE. Memasifkan kembali informasi untuk kegiatan PSN melalui 3 M plus dan secara rutin memantau adanya jentik di setiap rumah melalui program G1R1J (Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik)," ucap Umi.
Umi meminta fasilitas kesehatan (faskes) agar sesuai standar tata laksana penanganan DBD. Umi juga mengimbau masyarakat jika mengalami sakit demam segera berobat ke faskes atau puskesmas terdekat.
"Mengimbau faskes untuk tata laksana DBD sesuai standar dan menguatkan sistem rujukan dan mengimbau kepada masyarakat jika sakit demam berobat ke puskesmas atau faskes," ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :