Kisah Ramalan Jayabaya Tentang Letusan Gunung Slamet dan Satrio Wirang Jegal Pemimpin Pemenang
Selasa, 26 Maret 2024 - 07:57 WIB
loading...
Prabu Jayabaya Raja Kediri menyebut setiap Gunung Slamet bergemuruh, Satrio Wirang bakal muncul. Foto/Dok.Sindonews
A
A
A
Prabu Jayabaya Raja Kediri menyebut setiap Gunung Slamet bergemuruh, Satrio Wirang bakal muncul. Apalagi status Gunung Slamet salah satu gunung api aktif, yang hingga saat ini masih menyisakan sejumlah misteri.
Ramalan Jayabaya seperti dikutip dalam sejumlah buku, menyebutkan jika Gunung Slamet menunjukkan tanda-tanda akan meletus, maka di saat itu akan hadir Satrio Wirang. Tokoh ini bukan nama, tapi julukan bagi seseorang dengan sifat-sifat tertentu.
Satrio Wirang dikatakan akan muncul setelah Satrio Piningit memenangkan pertempuran dengannya. Satrio Wirang akan kehilangan banyak pasukan karena pada akhirnya dia kalah. Satrio Wirang berarti atau bermakna seorang pemimpin yang telah bertarung dalam medan peperangan kemudian kalah.
Selain kalah, Satrio Wirang ini nanti tetap tidak terima dengan kekalahannya. Dikisahkan juga pada "Babad Tanah Jawi" Satrio Wirang, kemudian mengajak ke pengikutnya untuk menjegal pemimpin sang pemenang dalam peperangan tadi.
Baca Juga: Menerka Makna dari Ramalan Jayabaya Tentang Satrio Piningit
Ada banyak versi dari Satrio Wirang ini. Dari sudut pandang tertentu Satrio Wirang adalah korban sedangkan pada sudut pandang lain, Satrio Wirang bagaikan sosok jahat yang kalah bertarung.
Versi pertama menyebut Satrio Wirang memang tidak sepopuler tokoh Satrio Piningit. Karena dalam kehidupannya selalu difitnah. Namun, dia tetap bekerja keras mengabaikan fitnah yang menimpa dirinya. Hati dan kehidupannya sudah terbiasa dengan fitnah dan cemooh.
Ramalan Jayabaya seperti dikutip dalam sejumlah buku, menyebutkan jika Gunung Slamet menunjukkan tanda-tanda akan meletus, maka di saat itu akan hadir Satrio Wirang. Tokoh ini bukan nama, tapi julukan bagi seseorang dengan sifat-sifat tertentu.
Satrio Wirang dikatakan akan muncul setelah Satrio Piningit memenangkan pertempuran dengannya. Satrio Wirang akan kehilangan banyak pasukan karena pada akhirnya dia kalah. Satrio Wirang berarti atau bermakna seorang pemimpin yang telah bertarung dalam medan peperangan kemudian kalah.
Selain kalah, Satrio Wirang ini nanti tetap tidak terima dengan kekalahannya. Dikisahkan juga pada "Babad Tanah Jawi" Satrio Wirang, kemudian mengajak ke pengikutnya untuk menjegal pemimpin sang pemenang dalam peperangan tadi.
Baca Juga: Menerka Makna dari Ramalan Jayabaya Tentang Satrio Piningit
Ada banyak versi dari Satrio Wirang ini. Dari sudut pandang tertentu Satrio Wirang adalah korban sedangkan pada sudut pandang lain, Satrio Wirang bagaikan sosok jahat yang kalah bertarung.
Versi pertama menyebut Satrio Wirang memang tidak sepopuler tokoh Satrio Piningit. Karena dalam kehidupannya selalu difitnah. Namun, dia tetap bekerja keras mengabaikan fitnah yang menimpa dirinya. Hati dan kehidupannya sudah terbiasa dengan fitnah dan cemooh.
Lihat Juga :