Kisah Renovasi Masjid Eks Pasukan Diponegoro Temukan Bekas Peninggalan Kerajaan Singasari
Rabu, 20 Maret 2024 - 08:47 WIB
loading...
A
A
A
Sosoknya merupakan keturunan dari Ponpes Canggaan di Bangil, Pasuruan.
"Dari masjid yang (renovasi) kedua tadi rupanya nggak bisa nampung lagi, jamaahnya makin lama makin besar. Karena jamaah salat Jumat saja nggak nampung sampai ke rumah warga ada di aula. Untuk urusan ibadah nggak ideal sehingga terpikir bagaimanapun harus dipugar, itu sekitar 16 tahun lalu," ungkap dia.
Akhirnya masjid tertua itu pun diputuskan direnovasi dengan penambahan atap di lantai dua untuk menampung jamaah. Konstruksi pun didesain sedemikian rupa dengan menggunakan 41 pondasi.
Satu pondasi untuk menara ditanam sedalam tiga meter, sedangkan lainnya ditanam sedalam sekitar dua meter.
"Ketika diumumkan dan orang-orang mendengar masjid bungkuk ini mau dibangun orang berdatangan subuh dengan bawa linggis, bawa pacul, bawa apa saja yang dia punya, bukan orang jamaah sini, tahu betul saya bukan orang sini," ucapnya.
"Ternyata dengar orang datang dari mana-mana untuk ikut beramal ikut macul - macul bikin pondasi memang sudah ditetapkan 41 lubang dikasih kayu. Jadi orang sudah milih lubang sendiri-sendiri," sambungnya.
Menariknya ketika proses penggalian pondasi itu kata Moensif, beberapa warga menemukan struktur batu bata sekitar ketinggian tiga meter dengan lebar 10 cm.
"Dari masjid yang (renovasi) kedua tadi rupanya nggak bisa nampung lagi, jamaahnya makin lama makin besar. Karena jamaah salat Jumat saja nggak nampung sampai ke rumah warga ada di aula. Untuk urusan ibadah nggak ideal sehingga terpikir bagaimanapun harus dipugar, itu sekitar 16 tahun lalu," ungkap dia.
Akhirnya masjid tertua itu pun diputuskan direnovasi dengan penambahan atap di lantai dua untuk menampung jamaah. Konstruksi pun didesain sedemikian rupa dengan menggunakan 41 pondasi.
Satu pondasi untuk menara ditanam sedalam tiga meter, sedangkan lainnya ditanam sedalam sekitar dua meter.
"Ketika diumumkan dan orang-orang mendengar masjid bungkuk ini mau dibangun orang berdatangan subuh dengan bawa linggis, bawa pacul, bawa apa saja yang dia punya, bukan orang jamaah sini, tahu betul saya bukan orang sini," ucapnya.
"Ternyata dengar orang datang dari mana-mana untuk ikut beramal ikut macul - macul bikin pondasi memang sudah ditetapkan 41 lubang dikasih kayu. Jadi orang sudah milih lubang sendiri-sendiri," sambungnya.
Menariknya ketika proses penggalian pondasi itu kata Moensif, beberapa warga menemukan struktur batu bata sekitar ketinggian tiga meter dengan lebar 10 cm.
Lihat Juga :