Perang Dingin AS-China Soal Pandemi Corona Disesali Sekjen PBB

Jum'at, 01 Mei 2020 - 07:18 WIB
loading...
Perang Dingin AS-China...
Sekjen PBB Antonio Guterres sesali Perang Dingin AS dengan China terkait pandemi virus Corona. Foto/unficyp.unmissions.org
A A A
NEW YORK - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, menyesalkan terjadinya perang dingin antara Amerika Serikat dan China.

Guterres menilai kurangnya kepemimpinan kekuatan dunia dan terpecahnya komunitas internasional dalam perang menghadapai virus Corona. Guterres telah meningkatkan kekhawatirannya terkait dukungan yang tidak memadai untuk negara-negara miskin.

Pernyataan Guterres ini datang setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, kembali menyalakan perang kata-kata dengan China.

Trump mengatakan, ida yakin penanganan pandemi China adalah bukti Beijing akan melakukan apa pun yang mereka bisa untuk membuatnya tidak terpilih kembali pada pemilu AS November mendatang.

Dalam sebuah konferensi pers, Guterres mengatakan, komunitas internasional terpecah saat persatuan lebih penting ketimbang dari sebelumnya.

"Ada keterputusan antara kepemimpinan dan kekuasaan. Kami melihat contoh-contoh kepemimpinan yang luar biasa tetapi biasanya tidak dikaitkan dengan kekuasaan. Dan di mana kita melihat kekuatan, kita kadang-kadang tidak melihat kepemimpinan yang diperlukan,” kata Guterres.

"Saya berharap ini akan diatasi lebih cepat daripada nanti," kata dia seperti dikutip dari Reuters, Jumat (1/5/2020).

Dewan Keamanan yang beranggotakan 15 negara telah menghabiskan lebih dari sebulan mencoba menegosiasikan resolusi yang akan menekankan kebutuhan mendesak untuk kerja sama yang ditingkatkan di antara semua negara dalam perang melawan virus Corona dan seruan untuk gencatan senjata kemanusiaan dalam konflik di seluruh dunia.

Poin penting yang melekat, kata para diplomat, adalah bagaimana resolusi itu harus merujuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Trump telah menghentikan pendanaan AS untuk WHO sementara Washington meninjau penanganan agensi pandemi tersebut, dan menuduhnya "China-sentris," sebuah pernyataan yang dibantah organisasi itu.

AS juga tidak mengambil bagian dalam inisiatif WHO pekan lalu di mana para pemimpin dunia berjanji untuk mempercepat pekerjaan pada tes, obat-obatan dan vaksin COVID-19.

Ketika ditanya apakah dia khawatir tentang ketegangan antara Amerika Serikat dan China yang merugikan kerja sama internasional, Guterres mengatakan: "Ini adalah dua negara yang benar-benar vital."

"Kontribusi China dan Amerika Serikat untuk memerangi COVID-19 (dan) untuk semua aspek lain dalam pengembangan hubungan internasional, menurut pendapat saya, sangat penting dan saya berharap itu akan menjadi mungkin di masa depan," kata dia.

Guterres mengatakan, dia sangat khawatir tentang kurangnya bantuan dari komunitas internasional untuk negara-negara berkembang, baik dalam menanggapi pandemi dan mengatasi dampak ekonomi dan sosial. Dia mengatakan permohonan dana sebesar USD2 miliar untuk membantu populasi yang paling rentan hanya dibiayai setengahnya.

Menurut data Reuters, virus Corona baru sejauh ini telah menginfeksi sekitar 3,2 juta secara global dan lebih dari 227.000 orang telah meninggal. Virus ini pertama kali muncul di kota Wuhan di China akhir tahun lalu.
(nth)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Riwayat Arya Wiraraja,...
Riwayat Arya Wiraraja, Penguasa Lamajang yang Pernah Perang Dingin dengan Raja Jayanagara
Kisah Penguasa Mataram...
Kisah Penguasa Mataram Minta 100 Gadis, namun Ditolak Sultan Banten Berujung Perang Dingin
Iran Klaim Kehadiran...
Iran Klaim Kehadiran Militer AS di Teluk Persia akan Berakhir
11 Perang Terlama dalam...
11 Perang Terlama dalam Sejarah Manusia, Ada yang hingga 781 Tahun
Xi Jinping Serukan Blok...
Xi Jinping Serukan Blok SCO Melawan Dominasi Barat
Trump Ingin 20 Ton Plutonium...
Trump Ingin 20 Ton Plutonium Perang Dingin Dijadikan Bahan Bakar Nuklir, Pakar Sebut Rencana Gila
Rekomendasi
MSCI Tahan Status Emerging...
MSCI Tahan Status Emerging Market Indonesia, OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Jalan Terus
Pasar Modal RI Terancam...
Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta ke Frontier Market, MSCI Ultimatum hingga November 2026
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Menguat 0,44 Persen ke Level 6.128
Berita Terkini
BNPP Perkuat Pengawasan...
BNPP Perkuat Pengawasan Perbatasan RI-Timor Leste via Survei Pengendalian Jalur Tak Resmi di Belu
Taufik Hidayat Pelaku...
Taufik Hidayat Pelaku Penganiayaan Pacar Ditahan di Sel Khusus
Prakiraan Cuaca Jakarta...
Prakiraan Cuaca Jakarta Rabu 24 Juni 2026: Berawan Sejak Pagi, Berpotensi Hujan Ringan Sore Hari
Di Diskusi Partai Perindo,...
Di Diskusi Partai Perindo, JJ Rizal Minta Gubernur Jakarta Belajar dari Soekarno
Polisi Tangkap Taufik...
Polisi Tangkap Taufik Hidayat Penganiaya Pacar di Bandung lewat Transaksi Belanja
DPW Partai Perindo DKI...
DPW Partai Perindo DKI Launching Warkop Aspirasa, Gelar Diskusi Refleksi 499 Tahun Jakarta
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved