Sultan Mahmud Badaruddin II, Harimau Palembang yang Menolak Tunduk hingga Diasingkan

Jum'at, 01 Mei 2020 - 05:00 WIB
loading...
A A A
Pertempuran berlanjut hingga keesokan hari, tetapi pertahanan Palembang tetap sulit ditembus, sampai akhirnya Muntinghe kembali ke Batavia tanpa membawa kemenangan.

Belanda tidak menerima kenyataan itu. Gubernur JenderalG.A.G.Ph. van der Capellenmerundingkannya dengan LaksamanaConstantijn Johan Wolterbeekdan MayjenHendrik Merkus de Kockdan diputuskan mengirimkan ekspedisi ke Palembang dengan kekuatan dilipatgandakan.

Tujuannya melengserkan dan menghukum SMB II, kemudian mengangkat keponakannya (Pangeran Jayaningrat) sebagai penggantinya.

SMB II telah memperhitungkan akan ada serangan balik. Karena itu, ia menyiapkan sistem perbentengan yang tangguh.

Di beberapa tempat di Sungai Musi, sebelum masuk Palembang, dibuat benteng-benteng pertahanan yang dikomandani keluarga sultan. Kelak, benteng-benteng ini sangat berperan dalam pertahanan Palembang.

Pertempuran sungai dimulai pada 21 Oktober1819oleh Belanda dengan tembakan atas perintah Wolterbeek.

Serangan ini disambut dengan tembakan-tembakan meriam dari tepi Musi. Pertempuran baru berlangsung satu hari, Wolterbeek menghentikan penyerangan dan akhirnya kembali ke Batavia pada30 Oktober1819.

SMB II masih memperhitungkan dan mempersiapkan diri akan adanya serangan balasan. Persiapan pertama adalah restrukturisasi dalam pemerintahan.

Putra Mahkota, Pangeran Ratu, pada Desember 1819 diangkat sebagai sultan dengan gelarAhmad Najamuddin III.

SMB II lengser dan bergelarsusuhunan. Penanggung jawab benteng-benteng dirotasi, tetapi masih dalam lingkungan keluarga sultan.

Setelah melalui penggarapan bangsawan (susuhunan Husin Diauddin dan sultan Ahmad Najamuddin Prabu Anom) dan orang Arab Palembang melalui pekerjaanspionase, dan tempat-tempat pertahanan di sepanjang sungai Musi sudah diketahui oleh Belanda serta persiapan angkatan perang yang kuat, Belanda datang ke Palembang dengan kekuatan yang lebih besar. Pada 16 Mei1821armada Belanda sudah memasuki perairan Musi.

Kontak senjata pertama terjadi pada11 Juni1821 hingga menghebatnya pertempuran pada20 Juni1821. Pada pertempuran 20 Juni ini, sekali lagi, Belanda mengalami kekalahan.

De Kock tidak memutuskan untuk kembali ke Batavia, melainkan mengatur strategi penyerangan. Bertepatan dengan bulan suci Ramadan atau di saat masyarakat Palembang tengah bersantap sahur inilah, Belanda menyerang dan berhasil memenangi pertempuran.

Namun karena tetap tak mau tunduk dengan kolonial Belanda, akhirnya SMB II beserta keluarga dan pengikut setianya dibuang dengan menaiki kapal Dageraad tujuan Batavia, pada Selasa malam, 3 Syawal 1236 H (13 Juli 1821). Dari Batavia, rombongan SMB II lalu diasingkan ke Ternate, Maluku Utara.

Awal pengasingan di Ternate, SMB II dikurung dalam sel berukuran sangat kecil. Sel ini berlokasi di dalam Benteng Oranje, sebuah benteng pertahanan milik Belanda yang sekaligus untuk menyimpan rempah-rempah hasil rampasan dari sejumlah daerah di timur Indonesia. Dalam sel ini, SMB II hanya bisa berbaring, duduk, namun tidak bisa berdiri.

SMB II meninggal di Ternate pada 26 November 1862. Untuk menghargai jasa-jasanya diberikan tanda jasa sebagai Pahlawan Nasional yang dikukuhkan oleh pemerintah berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor : 063/TK/tahun 1984 tertanggal 29 oktober 1984.

Selain itu namanya kini diabadikan sebagai nama Bandara Internasional di Palembang, dan wajahnya dijadikan gambar utama mata uang rupiah pecahan 10.000 yang dikeluarkan Bank Indonesia pada 20 Oktober 2005.
(boy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
5 Amanat Petani Tembakau...
5 Amanat Petani Tembakau Madura-Nusantara di Tengah Penyimpangan Pita Cukai
Menguak Tabir Hubungan...
Menguak Tabir Hubungan Rahasia Kerajaan Nusantara dan Kesultanan Persia: Diplomasi Rempah yang Mengubah Wajah Indonesia!
Raja Singasari Kertanagara...
Raja Singasari Kertanagara Pencetus Penyatuan Nusantara yang Gemar Jalankan Ritual Tantrayana
Infrastuktur Hidrogen...
Infrastuktur Hidrogen Hijau Kunci Wujudkan Dekarbonisasi Transportasi
Majelis Adat Kerajaan...
Majelis Adat Kerajaan Nusantara Dukung Pembangunan Nasional
Kekuasaan hingga Semenanjung...
Kekuasaan hingga Semenanjung Melayu Buat Kerajaan Sriwijaya Jadi Poros Perdagangan Internasional
Pangan Lokal Tergerus...
Pangan Lokal Tergerus Modernisasi, Pakar Dorong Literasi Pangan Nusantara
Kolaborasi Budaya Nusantara...
Kolaborasi Budaya Nusantara untuk Pemberdayaan Perempuan dan Penguatan UMKM
Waka BRIN Sebut Pentingnya...
Waka BRIN Sebut Pentingnya Kesetaraan Peradaban Nusantara dengan China
Rekomendasi
Silmy Karim dan Dadan...
Silmy Karim dan Dadan Hindayana Terjerat Korupsi, Istana Hormati Proses Hukum
Silmy Karim dan 7 Orang...
Silmy Karim dan 7 Orang Ditetapkan Tersangka Kasus Pengurusan Dokumen Keimigrasian
Dadan Hindayana Cs Tersangka...
Dadan Hindayana Cs Tersangka Korupsi, Politikus PDIP Sebut Bolak-balik Singgung Kelemahan Tata Kelola MBG
Berita Terkini
Saiful Mujani Penuhi...
Saiful Mujani Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya terkait Kasus Dugaan Penghasutan
2 WNA Ditemukan Tewas...
2 WNA Ditemukan Tewas di Apartemen Jakbar
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
4 Kombes Digeser ke...
4 Kombes Digeser ke Polda Pulau Jawa pada Mutasi Polri Mei 2026
Bayar PBB-P2 hingga...
Bayar PBB-P2 hingga 31 Juli, Warga Jakarta Otomatis Dapat Potongan 7,5%
Gerakan Kurbanlah Salurkan...
Gerakan Kurbanlah Salurkan Hewan Kurban untuk 3.000 Keluarga di Aceh
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved