Program Stunting di Banjarmasin Diduga dari Pungli, Ini Penjelasan Dinkes
Rabu, 13 Maret 2024 - 18:05 WIB
loading...
Biaya program stunting itu diduga berasal dari pungli 27 puskesmas yang melibatkan oknum Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin. Foto/Ilustrasi
A
A
A
BANJARMASIN - Ada kabar buruk seputar upaya pemberantasan stunting yang dicanangkan Presiden Joko Widodo di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Biaya program stunting itu diduga berasal dari pungli 27 puskesmas yang melibatkan oknum Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin.
Lantas bagaimana dugaan pungli di kota berjuluk Seribu Sungai itu? Pemkot Banjarmasin melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin dengan dalih untuk program stunting memungut dana dari 27 puskesmas.
Setiap bulan, puskesmas itu harus setorkan dana antara Rp300.000 hingga Rp500.000. Dana diduga disetorkan lewat Staf Dinkes Kota Banjarmasin, Sutrisno. Kebijakan ini mulai diberlakukan ketika Kepala Dinkes Kota Banjamasin dijabat Tabiun Huda.
Baca Juga: Gubernur Kalsel Resmikan Rumah Sakit Siloam Banjarmasin
Atau persisnya sejak 1 April 2023. Info ini terungkap ketika tim dari BPK Perwakilan Kalsel melakukan audit terkait pengumpulan dana dari ASN Dinkes Kota Banjarmasin setiap bulan. Praktik ini ditengarai berbau pungutan liar (pungli).
Lantas bagaimana dugaan pungli di kota berjuluk Seribu Sungai itu? Pemkot Banjarmasin melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin dengan dalih untuk program stunting memungut dana dari 27 puskesmas.
Setiap bulan, puskesmas itu harus setorkan dana antara Rp300.000 hingga Rp500.000. Dana diduga disetorkan lewat Staf Dinkes Kota Banjarmasin, Sutrisno. Kebijakan ini mulai diberlakukan ketika Kepala Dinkes Kota Banjamasin dijabat Tabiun Huda.
Baca Juga: Gubernur Kalsel Resmikan Rumah Sakit Siloam Banjarmasin
Atau persisnya sejak 1 April 2023. Info ini terungkap ketika tim dari BPK Perwakilan Kalsel melakukan audit terkait pengumpulan dana dari ASN Dinkes Kota Banjarmasin setiap bulan. Praktik ini ditengarai berbau pungutan liar (pungli).
Lihat Juga :