Update Banjir Bandang Pesisir Selatan, Korban Tewas Bertambah Jadi 16 Orang dan 7 Hilang
Sabtu, 09 Maret 2024 - 20:34 WIB
loading...
Korban tewas akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Pesisir Selatan, Sumatera Barat terus bertambah. Data terbaru 16 orang tewas dan 7 hilang. Foto/iNews TV/Budi Sunandar
A
A
A
PESISIR SELATAN - Korban tewas akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Pesisir Selatan, Sumatera Barat terus bertambah. Data terbaru 16 jenazah korban sudah ditemukan (bertambah 2 orang) dan 7 orang dinyatakan masih hilang.
![Update Banjir Bandang Pesisir Selatan, Korban Tewas Bertambah Jadi 16 Orang dan 7 Hilang]()
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pesisir Selatan menyatakan tujuh orang yang hilang masih dalam pencarian intensif. Kendala yang dihadapi tim SAR adalah masih putusnya akses jalan menuju lokasi kejadian.
Baca juga: 14 Warga Tewas dan 6 Orang Hilang Akibat Banjir Bandang dan Longsor di Pesisir Selatan Sumbar
Lokasi-lokasi yang terdampak antara lain di Nagari Langgai, Kecamatan Sutera, Kecamatan Koto Sebelas Tarusan, Kecamatan Ampek Jurai, dan Kecamatan Lengayang.
Tim gabungan terus berjuang di lapangan untuk mencari tujuh orang yang masih belum ditemukan.
Data BPBD Kabupaten Pesisir Selatan diiketahui sebanyak 46 ribu warga harus mengungsi akibat bencana banjir dan longsor. Sedangkan pos pengungsian tersebar hampir di seluruh kecamatan.
Pemenuhan logistik bagi warga terdampak dan mengungsi dilakukan oleh BPBD bekerja sama dengan Dinas Sosial Pesisir Selatan.
Baca juga: 7 Orang Tewas Terjebak di Mobil yang Terseret Banjir Bandang di Pesisir Selatan
Namun, kendala putusnya akses jalan sulit ditembus oleh tim SAR, sehingga perahu harus digunakan untuk membuka akses bagi warga yang masih terisolasi.
Kendala lain yang dihadapi termasuk sulitnya akses air bersih, listrik yang terputus, dan kendala dalam akses internet.
Adapun kerugian materiil tercatat melibatkan 14 rumah di Kecamatan Koto Sebelas Terusan yang tertimbun longsor, 20.004 unit rumah terendam banjir, dan delapan unit jembatan yang putus.
Pemkab Pesisir Selatan telah mendirikan posko penanganan di kantor BPBD yang akan menjadi pusat distribusi bantuan logistik termasuk makanan dan kebutuhan lainnya.
Seluruh bantuan diarahkan melalui posko tersebut untuk memastikan pendistribusian yang efektif. Tim SAR Gabungan dan BPBD dari daerah sekitar bahu membahu membantu penanganan banjir.
"Kami terus berupaya secara maksimal untuk menangani situasi ini," kata Kepala BPBD Padang Abdul Malik.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pesisir Selatan menyatakan tujuh orang yang hilang masih dalam pencarian intensif. Kendala yang dihadapi tim SAR adalah masih putusnya akses jalan menuju lokasi kejadian.
Baca juga: 14 Warga Tewas dan 6 Orang Hilang Akibat Banjir Bandang dan Longsor di Pesisir Selatan Sumbar
Lokasi-lokasi yang terdampak antara lain di Nagari Langgai, Kecamatan Sutera, Kecamatan Koto Sebelas Tarusan, Kecamatan Ampek Jurai, dan Kecamatan Lengayang.
Tim gabungan terus berjuang di lapangan untuk mencari tujuh orang yang masih belum ditemukan.

Data BPBD Kabupaten Pesisir Selatan diiketahui sebanyak 46 ribu warga harus mengungsi akibat bencana banjir dan longsor. Sedangkan pos pengungsian tersebar hampir di seluruh kecamatan.
Pemenuhan logistik bagi warga terdampak dan mengungsi dilakukan oleh BPBD bekerja sama dengan Dinas Sosial Pesisir Selatan.
Baca juga: 7 Orang Tewas Terjebak di Mobil yang Terseret Banjir Bandang di Pesisir Selatan
Namun, kendala putusnya akses jalan sulit ditembus oleh tim SAR, sehingga perahu harus digunakan untuk membuka akses bagi warga yang masih terisolasi.
Kendala lain yang dihadapi termasuk sulitnya akses air bersih, listrik yang terputus, dan kendala dalam akses internet.
Adapun kerugian materiil tercatat melibatkan 14 rumah di Kecamatan Koto Sebelas Terusan yang tertimbun longsor, 20.004 unit rumah terendam banjir, dan delapan unit jembatan yang putus.
Pemkab Pesisir Selatan telah mendirikan posko penanganan di kantor BPBD yang akan menjadi pusat distribusi bantuan logistik termasuk makanan dan kebutuhan lainnya.
Seluruh bantuan diarahkan melalui posko tersebut untuk memastikan pendistribusian yang efektif. Tim SAR Gabungan dan BPBD dari daerah sekitar bahu membahu membantu penanganan banjir.
"Kami terus berupaya secara maksimal untuk menangani situasi ini," kata Kepala BPBD Padang Abdul Malik.
(shf)
Lihat Juga :