Masa Kejayaan Mataram Islam, Gajah Jadi Kendaraan Sultan Agung

Sabtu, 09 Maret 2024 - 06:33 WIB
loading...
Masa Kejayaan Mataram...
Sosok Sultan Agung hasil pencitraan Artificial Intelligence. Foto/Istimewa
A A A
Kerajaan Mataram Islam di bawah kekuasaan Sultan Agung benar-benar mencapai puncak kejayaannya. Suasana Ibu kota Kerajaan Mataram digambarkan oleh seorang utusan Belanda di tahun 1622 hingga 1624 Masehi.

Sang utusan ini juga memberikan gambaran singkat bagaimana sosok Sultan Agung, sang raja Mataram ini. Gambaran singkat mengenai Kerajaan Mataram oleh orang - orang Belanda, yaitu mereka melihat betapa subur dan datar tanah Mataram laksana surga dunia.

Di Mataram, terdapat banyak desa dengan jalan-jalan raya yang ramai karena banyak penduduk. Penduduknya beraktivitas ke pasar dengan memikul barang, atau menarik gerobak pedati yang mengangkut padi atau hasil pertanian lainnya.

Baca Juga: Biografi Sultan Agung: Kelahiran, Kesaktian, dan Kematiannya

Gajah juga ada sebagai kendaraan kaum bangsawan. Di kota, sebagai ibu kota kerajaan, tempat raja bertahta, dikutip dari "Babad Tanah Jawi" buku tulisan Soedjipto Abimanyu. Konon penduduk Mataram saat itu sudah sangat banyak untuk ukuran suatu wilayah.

Setiap hari, banyak ternak disembelih untuk makanan penduduk. Hal tersebut menggambarkan betapa makmurnya kehidupan penduduk Mataram.

Apabila gong yang ada di pojok-pojok kota kereta dipukul, maka dalam setengah hari saja, akan berkumpul sekitar 200.000 orang yang bersenjata lengkap datang dari kampung-kampung, yang siap melaksanakan apa saja perintah raja.

Mengenai sifat sang Sultan Mataram ini utusan Belanda bernama Van Surck dan seorang saudagar bernama Balthasar Van Eydhoven yang pergi ke Mataram, untuk mengucapkan selamat kepada Sultan Agung atas pengangkatannya sebagai raja pemangku pemerintahan.

Baca Juga: Kisah Kegagalan Sultan Agung Islamkan Pulau Dewata

Mereka lantas memiliki kesan bahwa Sultan Agung adalah seorang raja yang tidak dapat dianggap remeh. Seorang raja yang memiliki dewan penasihat yang memerintah dengan keras dan memiliki kekuasaan yang besar.

Pada tahun 1622, utusan Belanda yang lain bernama H. De Haen lebih teliti lagi dalam menggambarkan sosok Sultan Agung. Menurutnya, Sultan Agung adalah seorang raja yang berada pada puncak kehidupannya, berusia sekitar 20-30 tahun.

Berbadan bagus, berkulit lebih hitam dibandingkan rata-rata orang Jawa, berhidung kecil, mulut datar dan agak lebar, kasar dalam berbahasa, berwajah tenang dan bulat. Selain itu, ia juga seorang yang cerdas, bila memandang sekeliling, tatapannya seperti singa.

Dari sisi fisik, sosok Sultan Agung yang menarik adalah cara berpakaiannya. Sultan Agung berbusana tidak berbeda dengan pakaian orang-orang Jawa.

Ia memakai kopiah dan kain linen berwarna putih atau yang sering disebut kuluk, yang sejak masuknya agama Islam dipakai oleh orang-orang yang taat atau yang ingin disebut taat beribadah.

Sultan Agung juga mengenakan kain batik berwarna putih biru yang berasal dari daerahnya sendiri, mengenakan baju dari beludru berwarna hitam yang dihias dengan gambar daun-daun keemasan dalam bentuk bunga tersusun.

la juga mengenakan keris di badan bagian depan, dan ikat pinggang dari emas yang disebut sabuk. Pada jari-jarinya, dikenakan cincin dengan banyak intan berlian. Sultan Agung juga merokok menggunakan pipa yang berlapis perak.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
Pasukan Intelijen Mematikan...
Pasukan Intelijen Mematikan Dom Sumurup Ing Banyu, Telik Sandi Mataram yang Habisi Jenderal VOC JP Coen
Fadli Zon: Kita Perlu...
Fadli Zon: Kita Perlu Tulis Sejarah Kerajaan dan Kesultanan
Penjelasan Ending Queen...
Penjelasan Ending Queen Woo, Apa Maksud dari Goguryeo Baru?
5 Drama Korea Mirip...
5 Drama Korea Mirip Queen Woo, Tampilkan Perempuan Tangguh dan Perebutan Takhta
Rekomendasi
Demokrat Ajak Semua...
Demokrat Ajak Semua Elemen Bangsa Jaga Ruang Publik yang Kondusif dan Beradab
Cerita Purbaya Ingin...
Cerita Purbaya Ingin Beli Harley Davidson Hasil Sitaan Negara, Tapi Dilarang Istri
Gugatan CLS terkait...
Gugatan CLS terkait Ijazah Wapres Gibran Lanjut ke Pemeriksaan Pokok Perkara
Berita Terkini
Polda Metro Jaya: 3.588...
Polda Metro Jaya: 3.588 Personel Gabungan Dikerahkan Amankan Demo di DPR RI
Dukung Program MBG Dilanjutkan,...
Dukung Program MBG Dilanjutkan, Akademisi: Bermanfaat bagi Anak dan Masyarakat
Polda Metro Jaya Larang...
Polda Metro Jaya Larang Massa Demo Mahasiwa Masuk Jalur VIP Presiden Jerman
Ketua DPW Partai Perindo...
Ketua DPW Partai Perindo Sulsel Abdul Hayat Gani, dari Birokrasi ke Politik yang Melayani
Polisi Tangkap 2 Pelaku...
Polisi Tangkap 2 Pelaku yang Hendak Culik Lansia di PIK Jakut
Buka Peluang Global,...
Buka Peluang Global, BRImo Kini Hadirkan Reksa Dana USD Batavia untuk Investor
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved