Kisah Kejayaan Sriwijaya, Penguasa Maritim dan Pusat Perdagangan Internasional

Senin, 04 Maret 2024 - 06:14 WIB
loading...
A A A
Bagaimanapun, harus diakui bahwa ilmu sejarah Sriwijaya adalah penemuan Coedès dan lahir dari kecerdasannya dalam menggunakan hasil penyelidikan sarjana-sarjana lainnya. Penemuan Coedès ini mendapat sambutan yang hebat dalam ilmu pengetahuan sejarah, terutama dalam sejarah Asia Tenggara.

Lokasi Kerajaan Sriwijaya kala itu memang cukup ideal dalam pelayaran perdagangan antar negara. Tercatat pedagang-pedagang dari Jawa, India, Arab, dan Tiongkok lalu lalang di kawasan wilayah yang dikuasai oleh Kerajaan Sriwijaya.

Maka sejarah Sriwijaya menyangkut hubungan internasional. Dengan sendirinya sejarah Sriwijaya itu berhubungan dengan sejarah negara-negara lain yang menggunakan Selat Malaka sebagai jalan lalu-lintas, dan namanya teringat pula dalam sejarah asing Apalagi, karena terbukti bahwa Sriwijaya merupakan salah satu negeri besar di antara negeri-negeri di laut Selatan.

Letak Kerajaan Sriwijaya sendiri ternyata disebut Moens, tidak sepenuhnya berada di Palembang atau Sumatera Selatan. Pada mulanya pusat kerajaan itu terletak di pantai timur Malaya, kemudian berpindah ke Sumatra Tengah dekat Muara Takus. Sangat menarik perhatian, bagaimana Moens menggunakan berita- berita geografi untuk menegakkan teorinya.

Dari sejarah Sung, tercatat bahwa empat hari perjalanan dari Cho-p'o orang sampai di laut; jika berlayar ke arah barat laut sesudah lima belas hari, orang sampai di P'o-ni, dan lima belas hari lagi sampai di San-fo-ts'i. Juga diberitakan bahwa San-fo-ts'i terletak di antara dan Cho-p'o. Berdasarkan berita geografi itu, Moens mengambil kesimpulan bahwa San-fo-ts'i terletak di Semenanjung Melayu.

Sementara, berita Arab yang berasal dari Abu Zaid juga menyimpulkan letak San-fo-tsi berada di pantai timur Semenanjung. Moens menyamakan San-fo-tsi dengan Kadaram, yang membuatnya terpaksa melokalisasi Kadaram di pantai timur semenanjung.

Abu Zaid pun menyimpulkan pusat Kerajaan Sriwijaya berada di Muara Takus. Hal ini didasari dua hal pertama berita I-tsing mengenai bayang-bayang diwelacakra yang tidak menjadi panjang atau pendek, pada pertengahan bulan delapan. Pada tengah hari, orang yang berdiri di matahari tidak berbayang-bayang sama sekali. Muara Takus terletak pada garis ekuator O. 20' N. Jadi, cocok dengan berita I-ts'ing.

Kedua, anggapan Muara Takus merupakan pusat pemerintahan Kerajaan Sriwijaya didasari berita ahli peta Tionghoa Chia Tan, yang menyatakan bahwa di sebelah utara Cih-Cih (Selat Malaka) terletak kerajaan Lo-yueh, dan di sebelah selatan terletak kerajaan Shih-li-fo-shih. Berita itu pun cocok dengan penempatan pusat kerajaan di Muara Takus.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Pemkot Bontang Buka...
Pemkot Bontang Buka Karpet Merah Industri Pengalengan Ikan
ICDX dan Bursa Komoditas...
ICDX dan Bursa Komoditas Belarus Jalin Kerja Sama Perdagangan Internasional
Wali Kota Agustina Dorong...
Wali Kota Agustina Dorong Gerakan Nasional Penyelamatan Heritage Kota Maritim
Youth ESG Maritime 2026...
Youth ESG Maritime 2026 Dorong Generasi Muda Ciptakan Solusi Nyata bagi Krisis Lingkungan Laut
Rekomendasi
KPK Tetapkan Bupati...
KPK Tetapkan Bupati Langkat Tersangka Kasus Dugaan Suap
Mesir Koyak Gawang Australia...
Mesir Koyak Gawang Australia di Babak Pertama
Aliansi Mahasiswa Menjawab...
Aliansi Mahasiswa Menjawab Desak Penguatan Pasal 33 UUD 1945 Hadapi Tantangan Global
Berita Terkini
BNN dan Bea Cukai Gagalkan...
BNN dan Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 3,37 Ton Kuncup Bunga Kanabis Asal Thailand
Pemprov Jatim Dukung...
Pemprov Jatim Dukung BYD Tech-Culture Fest 2026
Gen Z Berekspresi, 510...
Gen Z Berekspresi, 510 STUDIOS Bawa Tren Self-Photo ke Lampung Selatan
Penampakan Lamborghini...
Penampakan Lamborghini hingga Aset Mewah Tersangka Aseng yang Disita Kejagung
Pesawat AMA Dibakar...
Pesawat AMA Dibakar di Yahukimo, Kemenko Polkam Dorong Tindakan Tegas
HKTI Papua Dukung Agenda...
HKTI Papua Dukung Agenda Ketahanan Pangan Nasional dari Biak
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved