Pembunuhan Indriyana Ternyata Dipicu Cinta Segitiga dan Cemburu
Minggu, 03 Maret 2024 - 06:29 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Banjar Geger! Mayat Perempuan Ditemukan Membusuk di Pinggir Jalan, Diduga Korban Pembunuhan
"Awalnya dia tidak mau diminta membunuh korban. Tapi karena kepepet utang, akhirnya dia mau. RZ membunuh korban di kawasan Jalan Bukit Pelangi Sentul, Bogor. Eksekusi dilakukan pada 20 Februari 2024 di dalam mobil dengan mencekik leher korban menggunakan ikat pinggang selama 15 menit. Saat pembunuhan terjadi tersangka DT dan DV keluar dari mobil dengan alasan ke toilet," ujar Kombes Pol Surawan.
Dari bayaran Rp50 juta yang dijanjikan, tutur Dirreskrimum, RZ baru menerima bayaran Rp23 juta dan satu unit ponsel dari DV.
"Tersangka RZ baru pertama kali melakukan pembunuhan," tutur Dirreskrimum.
Setelah korban dipastikan tewas, tutur Dirreskrimum, para pelaku memindahkan jasad korban ke jok belakang dan dipakaikan masker. Kemudian, pelaku DV, DT, dan RZ membawa jasad korban ke Jakarta. Di Jakarta, jasad korban diinapkan satu malam.
Keesokan hari, Rabu 21 Februari 2024 siang, para pelaku berencana membuang mayat korban Indriyana ke Pangandaran. Mereka berangkat menggunakan Tol Cipali ke arah Cirebon. Namun sesampainya di Kuningan, mobil yang mereka kendarai mogok.
"Kemudian, mobil dinaikkan ke atas towing (mobil derek) dan diturunkan di penginapan Cisaga Indah pada 22 Februari 2024 sekitar pukul 06.00 WIB," tutur Dirreskrimum.
"Awalnya dia tidak mau diminta membunuh korban. Tapi karena kepepet utang, akhirnya dia mau. RZ membunuh korban di kawasan Jalan Bukit Pelangi Sentul, Bogor. Eksekusi dilakukan pada 20 Februari 2024 di dalam mobil dengan mencekik leher korban menggunakan ikat pinggang selama 15 menit. Saat pembunuhan terjadi tersangka DT dan DV keluar dari mobil dengan alasan ke toilet," ujar Kombes Pol Surawan.
Dari bayaran Rp50 juta yang dijanjikan, tutur Dirreskrimum, RZ baru menerima bayaran Rp23 juta dan satu unit ponsel dari DV.
"Tersangka RZ baru pertama kali melakukan pembunuhan," tutur Dirreskrimum.
Setelah korban dipastikan tewas, tutur Dirreskrimum, para pelaku memindahkan jasad korban ke jok belakang dan dipakaikan masker. Kemudian, pelaku DV, DT, dan RZ membawa jasad korban ke Jakarta. Di Jakarta, jasad korban diinapkan satu malam.
Keesokan hari, Rabu 21 Februari 2024 siang, para pelaku berencana membuang mayat korban Indriyana ke Pangandaran. Mereka berangkat menggunakan Tol Cipali ke arah Cirebon. Namun sesampainya di Kuningan, mobil yang mereka kendarai mogok.
"Kemudian, mobil dinaikkan ke atas towing (mobil derek) dan diturunkan di penginapan Cisaga Indah pada 22 Februari 2024 sekitar pukul 06.00 WIB," tutur Dirreskrimum.
Lihat Juga :