Kisah Sultan Agung Amalkan Sifat Welas Asih dari Penghulu Sakti Mataram
Rabu, 28 Februari 2024 - 08:00 WIB
loading...
A
A
A
Menurut keterangan para khatib, sudah biasa Kiai Penghulu hanya mengirimkan wakilnya. Mendengar keterangan itu, Sultan Agung bertambah marah, lalu ia mengutus seorang bintara dan dua orang bupati untuk menjemput paksa Kiai Penghulu Ahmad.
Sultan Agung bahkan sampai empat kali Sultan Agung menyuruh Kiai Penghulu untuk mendoakan selamatan, namun Kiai Penghulu tetap menolak dan menawarkan Mas Khatib mewakilinya.
Baca Juga: Kisah Kesaktian Mpu Barada, Penasihat Raja Airlangga Kalahkan Pesihir Ilmu Hitam
Sultan Agung menjadi marah besar, kemudian bertanya tentang alasan Kiai Penghulu enggan mendoakan selamatan.
“Jika hamba mendoakan selamatan Kanjeng Sultan,"jawab Kiai Penghulu, "semua hidangan tidak akan dapat dimakan oleh para tamu, dan para abdi akan mendapat malu."
Dengan suara keras, Sultan Agung berkata lagi, "Saya ingin tahu buktinya!" Kiai Penghulu kemudian mengangkat sembah, mulai berdoa.
Sultan Agung bahkan sampai empat kali Sultan Agung menyuruh Kiai Penghulu untuk mendoakan selamatan, namun Kiai Penghulu tetap menolak dan menawarkan Mas Khatib mewakilinya.
Baca Juga: Kisah Kesaktian Mpu Barada, Penasihat Raja Airlangga Kalahkan Pesihir Ilmu Hitam
Sultan Agung menjadi marah besar, kemudian bertanya tentang alasan Kiai Penghulu enggan mendoakan selamatan.
“Jika hamba mendoakan selamatan Kanjeng Sultan,"jawab Kiai Penghulu, "semua hidangan tidak akan dapat dimakan oleh para tamu, dan para abdi akan mendapat malu."
Dengan suara keras, Sultan Agung berkata lagi, "Saya ingin tahu buktinya!" Kiai Penghulu kemudian mengangkat sembah, mulai berdoa.
Lihat Juga :