Dihajar Jepang, Penyiar Proklamasi Itu Pincang Selamanya

Jum'at, 14 Agustus 2020 - 05:01 WIB
loading...
A A A
Pejuang Revolusi

Memasuki masa revolusi di mana Belanda datang kembali dengan membonceng pasukan Sekutu, Joesoef menyadari, Radio Suara Indonesia Merdeka saja tidak cukup. Dia lalu berinisiatif untuk mengumpulkan para pemimpin radio dari berbagai daerah.

Dalam buku Ismail Marzuki: Musik, Tanah Air, dan Cinta (2005) karya Teguh Esha dituliskan,Joesoef berhasil mengumpulkan awak penyiar pada 10 September 1945. Pada pertemuan itu, mereka membahas gagasan untuk mendirikan stasiun radio nasional guna menggelorakan semangat perjuangan (halaman 63).

Salah satu opsi untuk mencapai itu adalah dengan mengambil alih radio milik Jepang. Menempuh jalan negosiasi untuk mendapatkannya, tidak mungkin. Sebab, Jepang terikat perjanjian perang, di mana semua aset Jepang –termasuk stasiun radio- di Indonesia wajib diserahkan kepada Sekutu.

Jalan satu-satunya melalui aksi perlawanan atau perebutan stasiun secara paksa. Maka, sehari setelah rapat itu, perlawanan merebut stasiun radio Hoso Kyoku dan Kantor Berita Domei dilakukan. Dicatat oleh Kustiniyati Mochtar dalam Memoar Pejuang Republik Indonesia Seputar “Zaman Singapura” 1945-1950 (1992), bahwa Indonesia berhasil merebut Hoso Kyoku yang kemudian ditetapkan sebagai Radio Republik Indonesia (RRI). Sementara Domei menjadi Kantor Berita Antara yang dipimpin Adam Malik (halaman 36).

Ketika Belanda melancarkan agresi militer pertama dan kedua pada 1947 dan 1948, RRI memainkan perannya. Ia menggelorakan semangat perlawanan rakyat Indonesia. Merasa peran RRI sangat berbahaya, Belanda lalu merebutnya. Joesoef beserta sejumlah tokoh RRI lainnya ditangkap dan dipenjara.

Akhir 1949, setelah penyerahan kedaulatan dari Belanda kepada Indonesia Joesoef dan beberapa rekannya bebas. Sukarno kembali menunjuk Joesoef untuk memimpin RRI. Tangga 11 September 1949 kemudian ditetapkan pemerintah sebagai Hari Lahir RRI. Pada masa ini Joesoef Ronodipoero mencetuskan jargon legendaris “Sekali di Udara Tetap di Udara”. Jargon di masa revolusi yang cukup sakti untuk memompa semangat juang rakyat.

Beberapa tahun setelah memimpin RRI, Joesoef menjalani tugas sebagai Duta Besar di Argentina, Chili, dan Uruguay. Ia juga pernah dipercaya menjadi utusan RI untuk PBB hingga 1976. Di bidang pendidikan dan penelitian, dia ikut membidani lahirnya Lembaga Penelitian Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (L3PES) pada 1971.

Memasuki usia 57 tahun, Joesoef memutuskan pensiun dan menikmati masa tua. Joesoef Ronodipoero meninggal tanggal 27 Januari 2008, di Jakarta, pada usia 88 tahun. Sebagai penghormatan atas dedikasinya, dia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata. (Diramu dari berbagai sumber)
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo: Kita Tak Akan...
Prabowo: Kita Tak Akan Merdeka Tanpa Jasa Petani
Anies Nyemplung saat...
Anies Nyemplung saat Lomba Tarik Tambang di Rakit: Harga Perjuangan yang Harus Dibayar
Wajah Baru Lapas Kelas...
Wajah Baru Lapas Kelas IIA Tangerang pada HUT Ke-80 Kemerdekaan RI
Perayaan Kemerdekaan,...
Perayaan Kemerdekaan, Warga Senang Lalu Lintas Lancar dan Polantas Siaga
Peringati HUT Ke-80...
Peringati HUT Ke-80 RI, Ratu Ageng Rekawati Santuni 730 Yatim dan Dhuafa
Antisipasi Macet, 9...
Antisipasi Macet, 9 Ribu Personel Dikerahkan Amankan Pesta Rakyat HUT Ke-80 RI di Monas
PDIP Tegaskan Dukungan...
PDIP Tegaskan Dukungan Kemerdekaan Palestina Amanat Konstitusi dan Hukum Internasional
Indonesia Butuh Nakhoda,...
Indonesia Butuh Nakhoda, Bukan Penguasa
Apa Itu Somaliland yang...
Apa Itu Somaliland yang Diakui Israel sebagai Negara Merdeka?
Rekomendasi
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Finnet dan Kemenhub...
Finnet dan Kemenhub Kolaborasi Percepat Digitalisasi Pembayaran Layanan Maritim
Yamaha MX King 150 Prima...
Yamaha MX King 150 Prima Pramac Livery Meluncur di PRJ 2026
Berita Terkini
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
GTV Targetkan Ribuan...
GTV Targetkan Ribuan Peserta Liga Bintang Juara, Siapkan Babak Nasional di Jakarta
Kadisdik Tangerang:...
Kadisdik Tangerang: Liga Bintang Juara Jadi Ajang Pemerataan dan Kreativitas Siswa
Wali Kota Tangerang...
Wali Kota Tangerang Apresiasi Liga Bintang Juara, Dorong Generasi Berpikir Cepat dan Tepat
Kembangkan Kasus Gading...
Kembangkan Kasus Gading Gajah, Polda Riau Telusuri Aliran Dana Rp1,8 Miliar
Pramono Buka Jakarta...
Pramono Buka Jakarta Fair Kemayoran 2026, Transaksi UMKM Ditarget Capai Rp8 Triliun
Infografis
8 Negara yang Warganya...
8 Negara yang Warganya Paling Kurus di Dunia, Salah Satunya Jepang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved