Risma : Tak Berjabat Tangan Bukan Tak Sopan, tapi Menghindari Ancaman Corona

loading...
Risma : Tak Berjabat Tangan Bukan Tak Sopan, tapi Menghindari Ancaman Corona
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. (Foto/SINDOnews/Dok)
A+ A-
SURABAYA - Di tengah berjalannya pendidikan daring di sekolah, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini berbicara dari hati ke hati dengan para kepala sekolah dan guru-guru sekolah dasar (SD).

Baginya, saat ini para guru sangat dibutuhkan anak-anak di Kota Surabaya. Risma menuturkan, para guru harus selalu berhati-hati di tengah pandemi COVID-19 ini.

Bahkan, ia meminta supaya guru-guru itu mengurangi keluar rumah, dan jika terpaksa keluar rumah, maka harus menggunakan masker, bawa hand sanitizer, pakai kaca mata dan sering cuci tangan.



“Jika ada juga harus menggunakan sarung tangan. Kemudian setelah pulang, kita harus membersihkan diri, mulai membersihkan tangan, rambut, muka dan kalau perlu langsung mandi,” kata Risma, Kamis (14/8/2020). (BACA JUGA: Kampanye Bersama, Joe Biden dan Kamala Harris Bersumpah Kalahkan Trump)

Ia pun meminta mereka supaya tidak ada lagi pembagian makanan di sekolah dan tidak boleh berjabat tangan. Sebab, virus ini sangat mudah menular, sehingga perlu hati-hati.

“Kalau kita tidak membagi makanan dan tidak berjabat tangan bukan berarti kita tidak sopan, justru ini demi melindungi kita bersama-sama,” ucapnya.



Presiden UCLG ASPAC ini juga menyampaikan bahwa apabila ada guru yang memiliki penyakit penyerta, maka dia berharap untuk izin tidak masuk sekolah. Bahkan, ia meminta mereka yang memiliki penyakit penyerta itu untuk bersurat kepada Dinas Pendidikan Surabaya untuk memohon izin tidak masuk kerja.

“Tidak perlu datang ke kantor, tidak apa-apa saya izinkan, karena ini bahayanya besar sekali,” imbuhnya.
(BACA JUGA: Prestasi dan Kontroversi si Dengkek Mia Audina Menyihir Bulu Tangkis Dunia)

Risma berkali-kali meminta mereka untuk selalu menjaga kesehatan, dengan cara sering cuci tangan, selalu memakai masker, kalau keluar rumah pakai kaca mata dan mengurangi keluar rumah kalau tidak terpaksa. Menurutnya, tidak enak memang kalau maskeran terus, tapi lebih tidak enak jika terpapar COVID-19.

“Sekali lagi saya berharap panjenengan semuanya harus selalu sehat, karena anak-anak Surabaya butuh panjenengan, Kota Surabaya butuh panjenengan, dan negara ini butuh panjenengan dan teman-teman semuanya,” tegasnya.

Di samping itu, ia juga meminta para guru itu supaya tidak ragu untuk melakukan isolasi apabila sudah terpapar COVID-19. Bahkan, ia juga menyampaikan sudah disiapkan isolasi di Hotel Asrama Haji.

“Masalah biayanya jangan dipikirkan, karena itu gratis. Jadi, saya mohon kepada semuanya untuk selalu menjaga diri supaya tidak ada lagi yang tertular virus ini,” ungkapnya.
(vit)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top