Ketum GP Ansor: Indonesia Emas Butuh Kader Muda NU Beridentitas Konstruktif
Selasa, 20 Februari 2024 - 20:22 WIB
loading...
A
A
A
“Kalau soal nilai dasar perjuangan dan pergerakan Ansor seperti membela NKRI sudah tuntas dan jelas. Posisi politik kebangsaan tuntas. Posisi masyarakat pun tuntas. Yang belum tuntas adalah kader ke depan memiliki nilai-nilai identitas kita masing-masing agar jatidiri kuat dan bisa menjadi semakin berkualitas dan tangguh di era kompetitif,” ujar Addin.
Baca juga: Gerakkan Spirit Nahdlatul Tujjar NU, Addin Bertekad Bangkitkan UMKM Ansor
Ketua Umum GP Ansor yang baru terpilih pada Kongres ke-XVI, Jumat (2/2/2024) ini menilai, ada tiga langkah strategis untuk membangun nilai-nilai identitas kader Ansor yang konstruktif.
Pertama, melakukan rekayasa politik (political engineering) yang terukur, kedua, rekayasa sosial (social engineering), dan ketiga rekayasa ekonomi (economic engineering). Dengan rekayasa ini, maka kader sejak dini menyiapkan berbagai langkah struktur dan terukur agar ke depan menjadi lebih taktis dan strategis.
“Bukan hal sulit untuk membuat rekayasa-rekayasa itu, sebab saat ini kader banyak tersebar di sektor yang strategis seperti menjadi kepala desa atau perangkat desa, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), penyelenggara pemilu, aktivis Karang Taruna, jaringan profesional di berbagai bidang dan jaringan birokrasi di berbagai lembaga pemerintahan,” ungkap Addin.
Dia optimistis, jika kader menguasai sektor-sektor di atas, maka perubahan bidang politik, sosial dan ekonomi akan lebih mudah.
Baca juga: Gerakkan Spirit Nahdlatul Tujjar NU, Addin Bertekad Bangkitkan UMKM Ansor
Ketua Umum GP Ansor yang baru terpilih pada Kongres ke-XVI, Jumat (2/2/2024) ini menilai, ada tiga langkah strategis untuk membangun nilai-nilai identitas kader Ansor yang konstruktif.
Pertama, melakukan rekayasa politik (political engineering) yang terukur, kedua, rekayasa sosial (social engineering), dan ketiga rekayasa ekonomi (economic engineering). Dengan rekayasa ini, maka kader sejak dini menyiapkan berbagai langkah struktur dan terukur agar ke depan menjadi lebih taktis dan strategis.
“Bukan hal sulit untuk membuat rekayasa-rekayasa itu, sebab saat ini kader banyak tersebar di sektor yang strategis seperti menjadi kepala desa atau perangkat desa, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), penyelenggara pemilu, aktivis Karang Taruna, jaringan profesional di berbagai bidang dan jaringan birokrasi di berbagai lembaga pemerintahan,” ungkap Addin.
Dia optimistis, jika kader menguasai sektor-sektor di atas, maka perubahan bidang politik, sosial dan ekonomi akan lebih mudah.
Lihat Juga :