Selasa Petang, Gunung Merapi Luncurkan 2 Kali Awan Panas ke Barat Daya
Selasa, 20 Februari 2024 - 19:36 WIB
loading...
Gunung Merapi meluncurkan dua kali awan panas guguran, Selasa (20/2/2024). Awan panas guguran pertama terjadi pada pukul 17.45 WIB dengan Amplitudo max 31 mm. Foto/Ilustrasi/Badan Geologi
A
A
A
YOGYAKARTA - Gunung Merapi kembali meluncurkan dua kali awan panas guguran pada Selasa (20/2/2024) petang. Awan panas guguran pertama terjadi pada pukul 17.45 WIB dengan Amplitudo max 31 mm.
Durasi 136.44 detik, estimasi jarak luncur maksimal 1.400 meter ke Barat Daya. Kemudian kejadian kedua terjadi pada pukul 17.50 WIB dengan Amplitudo max 53 mm. Durasi 154.84 detik, estimasi jarak luncur 1.600 meter ke Barat Daya.
Baca juga: Labuhan Merapi, Cara Orang Jawa Menjinakkan Amukan Gunung Merapi
Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya yang direkomendasikan oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi (BPPTKG).
Secara umum sepanjang Selasa sore cuaca mendung. Angin bertiup lemah ke arah timur. Suhu udara 20.7-23 °C, kelembaban udara 59-99 %, dan tekanan udara 768.5-918.5 mmHg dan Asap kawah tidak teramati.
Selain dua kali awan panas guguran, BPPTKG juga mencatat terjadi 47 gempa guguran dengan Amplitudo 3-30 mm dengan durasi : 23-162.8 detik. Dua kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 5-17 mm, S-P 0.3-0.7 detik durasi : 6.9-9 detik dan sekali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 70 mm berdurasi 11.9 detik.
Durasi 136.44 detik, estimasi jarak luncur maksimal 1.400 meter ke Barat Daya. Kemudian kejadian kedua terjadi pada pukul 17.50 WIB dengan Amplitudo max 53 mm. Durasi 154.84 detik, estimasi jarak luncur 1.600 meter ke Barat Daya.
Baca juga: Labuhan Merapi, Cara Orang Jawa Menjinakkan Amukan Gunung Merapi
Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya yang direkomendasikan oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi (BPPTKG).
Secara umum sepanjang Selasa sore cuaca mendung. Angin bertiup lemah ke arah timur. Suhu udara 20.7-23 °C, kelembaban udara 59-99 %, dan tekanan udara 768.5-918.5 mmHg dan Asap kawah tidak teramati.
Selain dua kali awan panas guguran, BPPTKG juga mencatat terjadi 47 gempa guguran dengan Amplitudo 3-30 mm dengan durasi : 23-162.8 detik. Dua kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 5-17 mm, S-P 0.3-0.7 detik durasi : 6.9-9 detik dan sekali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 70 mm berdurasi 11.9 detik.
Lihat Juga :