Duka Pemilu 2024, Ketua KPPS Cileunyi Wetan Bandung Meninggal Dunia Kelelahan
Senin, 19 Februari 2024 - 11:32 WIB
loading...
Ketua KPPS Edwin Hadyana (53) meninggal dunia setelah menjalankan tugasnya hingga penghitungan suara pada tanggal 14 Februari 2024. Foto/Ilustrasi
A
A
A
BANDUNG - Kelompok Petugas Pemungutan Suara (KPPS) Desa Cileunyi Wetan tengah berduka. Sebab, Ketua KPPS Edwin Hadyana (53) di TPS Desa tersebut, meninggal dunia setelah menjalankan tugasnya hingga penghitungan suara pada tanggal 14 Februari 2024.
Menurut Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Cileunyi, Kusnadi, Edwin menghembuskan nafas terakhirnya pada Minggu (18/2) sekitar pukul 16.00 WIB di Rumah Sakit Santosa, Kota Bandung.
”Iya betul, meninggalnya kemarin sore sekitar pukul 16.00 WIB sore di RS Santosa Kota Bandung,” ujar Kusnadi, Senin (19/2/2024).
Baca Juga: 57 Petugas KPPS Meninggal Dunia di Pemilu 2024, Didominasi Usia 41-50 Tahun
Kusnadi menuturkan, pada saat proses pencoblosan, Edwin sendiri tampak berlangsung lancar, namun setelahnya, Edwin mulai merasakan kelelahan. ”Sesampainya bertugas dan beristirahat, kemudian Almarhum dibawa ke Rumah Sakit,”tuturnya.
Kusnadi menjelaskan, bahwa meskipun kondisi Edwin saat pencoblosan terbilang baik, namun ada riwayat sakit ringan yang dimilikinya. ”Pada saat pencoblosan memang terlihat kondisinya baik, cuman memang Almarhum punya riwayat sakit struk ringan,” jelasnya.
”Mungkin setelah pencoblosan, kecapean atau apa, lalu dibawa ke rumah sakit, dan kemarin dinyatakan meninggal,”tambahnya.
Menurut Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Cileunyi, Kusnadi, Edwin menghembuskan nafas terakhirnya pada Minggu (18/2) sekitar pukul 16.00 WIB di Rumah Sakit Santosa, Kota Bandung.
”Iya betul, meninggalnya kemarin sore sekitar pukul 16.00 WIB sore di RS Santosa Kota Bandung,” ujar Kusnadi, Senin (19/2/2024).
Baca Juga: 57 Petugas KPPS Meninggal Dunia di Pemilu 2024, Didominasi Usia 41-50 Tahun
Kusnadi menuturkan, pada saat proses pencoblosan, Edwin sendiri tampak berlangsung lancar, namun setelahnya, Edwin mulai merasakan kelelahan. ”Sesampainya bertugas dan beristirahat, kemudian Almarhum dibawa ke Rumah Sakit,”tuturnya.
Kusnadi menjelaskan, bahwa meskipun kondisi Edwin saat pencoblosan terbilang baik, namun ada riwayat sakit ringan yang dimilikinya. ”Pada saat pencoblosan memang terlihat kondisinya baik, cuman memang Almarhum punya riwayat sakit struk ringan,” jelasnya.
”Mungkin setelah pencoblosan, kecapean atau apa, lalu dibawa ke rumah sakit, dan kemarin dinyatakan meninggal,”tambahnya.
Lihat Juga :