alexametrics

Gadis Gunungkidul Mengurung Diri di Dalam Kamar Selama 15 Tahun

loading...
Gadis Gunungkidul Mengurung Diri di Dalam Kamar Selama 15 Tahun
Petugas Dinas Sosial Gunungkidul berhasil membujuk Maryani, warga Kedungpoh, Kecamatan, Nglipar, untuk dibawa ke RSJ Grhasia, Pakem, Sleman, DIY, Senin (16/7/2018). Maryani mengurung diri dalam kamar selama 15 tahun terakhir. FOTO/SINDOnews/SUHARJONO
A+ A-
GUNUNGKIDUL - Maryani,32, warga Desa Kedungpoh, Kecamatan Nglipar, Gunungkidul, DIY merupakan sosok yang sangat tertutup. Selama 15 tahun dia hanya hidup mengurung diri dalam kamarnya yang gelap. Perempuan yang masa remajanya dikenal anak pintar di sekolah ini hanya keluar kamar untuk urusan makan dan ke kamar mandi.

Menurut penuturan ayah Maryani, Tukiyo, anak pertamanya ini mengalami gangguan kejiwaan sejak kematian ibunya kurang lebih 15 tahun terakhir. Upaya pengobatan sudah dilakukan hingga 13 kali, baik medis maupun nonmedis. Namun langkah Tukiyo buntu, anaknya tidak kunjung sembuh dari depresi yang dialami.

Lantaran tidak membahayakan, Maryani dibiarkan tanpa dipasung. "Anak saya terindikasi gangguan jiwa sejak pulang dari bekerja di perantauan. Perangai Maryani, berubah jadi lebih pendiam. Kemungkinan anaknya tersebut mengalami depresi lantaran istri pertama saya yang juga ibu dari Mar meninggal dunia," tutur Tukiyo kepada wartawan, Senin (16/7/2018).

Atas kasus anaknya ini, Dinas Sosial DIY dan Gunungkidul mencoba datang dan melakukan assessment. Maryani dibujuk agar mau diajak berobat ke Rumah Sakit Jiwa Grhasia di Pakem, Sleman.

Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial Dinsos Gunungkidul yang juga menjadi bagian dari tim antipasung DIY, Winarto mengatakan, tujuan dari evakuasi ini adalah untuk memberi pelayanan rehabilitasi bagi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) secara lebih baik. Nantinya yang bersangkutan akan dibawa ke RSJ Grhasia. ODGJ juga akan mendapat pembinaan di Balai Rehabilitasi Sosial Bina Karya dan Bina Laras (RSBKL) Yogyakarta untuk menyalurkan potensinya, sehingga mampu bermanfaat untuk diri sendiri dan masyarakat.

"Jika sudah membaik baru akan dikembalikan ke keluarga," katanya.

Dalam evakuasi hari ini semua dengan lancar tanpa kendala. ODGJ dan pihak keluarga sangat kooperatif sehingga tidak perlu waktu lama untuk memindahkan dan dilakukan pemeriksaan dan pengobatan.
(amm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak