Kisah Kaisar Mongol Kubilai Khan Murka Kepung Singasari dengan Ratusan Kapal Perang

Kamis, 15 Februari 2024 - 08:03 WIB
loading...
Kisah Kaisar Mongol...
Kekaisaran Mongol marah besar dan mengepung Kerajaan Singasari dengan ratusan kapal perang dan pasukan elit berkuda. Foto/Istimewa
A A A
Kekaisaran Mongol marah besar usai mengetahui utusan mereka yang dikirim ke Kerajaan Singasari dilecehkan. Hal itu dipicu lantaran Mengki diperlakukan tidak hormat dan dipotong telingannya oleh Raja Kertanagara.

Peristiwa ini berlangsung pada 1289 Masehi itu menyebabkan Kaisar Kubilai Khan yang berkuasa di Mongol marah dan memutuskan mengirimkan pasukan besar-besaran ke Pulau Jawa.

Armada perang yang terdiri ratusan ribu pasukan diangkut kapal perang dikerahkan. Kubilai Khan mulai mempersiapkan tentaranya untuk melakukan hukuman atas penghinaan yang dilakukan oleh Raja Singasari Kertanegara.

Baca Juga: Kehebatan Kertanagara Tumpas Pemberontakan di Awal Menjabat Raja Singasari

Armada pasukan perang Mongol dikumpulkan dari 3 daerah di China, yakni Fukien, Kiang-Si, dan Hukuang.

Diperkirakan jumlah pasukan ini sebesar lebih dari 200.000 pasukan dengan pasukan inti yang terdiri dari pasukan berkuda terlatih sebanyak 50.000 orang.

Mereka berasal dari kesatuan berkuda di Ching-Yuan dekat Ning Po atau daerah selatan Shanghai, yang berada langsung di bawah pimpinan Shih Pi, sebagaimana dikutip dari "Arya Wiraraja dan Lamajang Tigang Juru: Menafsir Ulang Sejarah Majapahit Timur".

Pasukan perang berkuda Mongol merupakan pasukan gerak cepat dan terlatih dalam berbagai medan pertempuran, baik di Asia barat maupun Eropa. Secara keseluruhan pasukan besar ini dipimpin Shih Pi dengan pembantunya, yaitu Ike Mese dan Kau Hsing.

Shih Pi adalah panglima yang merupakan orang Mongol asli. Sedangkan Kau Hsing merupakan orang Cina. Pasukan besar ini kemudian dikumpulkan di pelabuhan Chuan-chau sebagai pusat pemberangkatan.

Baca Juga: Kisah Mpu Raganata, Penasihat Raja Kertanagara Pemicu Keruntuhan Kerajaan Singasari

Pasukan berkuda yang dipimpin oleh Shih Pi dan Ike Mese sendiri bergerak lewat daratan menuju Chuan-chou. Sedangkan Kau Hsing membawa perbekalan melalui laut menuju pelabuhan tersebut.

Setelah semua pasukan berkumpul akhirnya pasukan Mongol bergerak menuju tanah Jawa dengan kekuatan 1.000 kapal besar, dengan penumpang di tiap-tiap kapal diperkirakan berisi 200 orang.

Armada besar ini kemudian berangkat dari pelabuhan Chuan-chou menuju ke selatan dengan tujuan ke Jawa. Pada pelayaran armada besar ini ditolak untuk singgah di Champa untuk sekadar mengisi persediaan makanan dan air.

Hal itu karena Raja Champa telah bersekutu dengan Singasari, dengan adanya perkawinan Raja Champa Jayasinghawarman III dengan putri Tapasi dari Singasari.

Penolakan ini memaksa armada besar ini meneruskan pelayaran dan berlabuh di Pulau Belitung untuk mengisi perbekalan dan menyusun strategi dan rencana penyerangannya.

Di Belitung para pasukan menebang pohon dan membuat perahu berukuran lebih kecil untuk masuk ke sungai-sungai di Pulau Jawa yang sempit sambil memperbaiki kapal-kapal yang telah berlayar mengarungi lautan yang cukup jauh.

Armada besar ini kemudian menyusun strategi peperangan dan mendarat di pelabuhan Tuban pada 1 Maret 1293 Masehi.Dari Tuban, Shih Pi mendengar bahwa seorang penguasa lokal bernama Tuhan Pijaya (Nararya Sangramawijaya) atau Raden Wijaya.

Dia akan bergabung untuk menyerang Raja Jawa yang ada di Kediri bernama Jayakatwang menggantikan raja terdahulu yang meninggal dunia bernama Kertanagara.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
Siap Kolaborasi Lintas...
Siap Kolaborasi Lintas Sektor, Perdokmil Jatim Resmi Dilantik di Kapal Perang
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Iran Klaim Tembakkan...
Iran Klaim Tembakkan Rudal ke Arah 2 Kapal Perang AS, tapi Disangkal Amerika
AS Bohong, Kapal Induk...
AS Bohong, Kapal Induk Gerald R Ford Ternyata Rusak Parah saat Perang Lawan Iran, Ini Buktinya!
Rekomendasi
Jokowi dan PSI Dinilai...
Jokowi dan PSI Dinilai Satu Paket Politik, Ini Temuan Survei LPI
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
Berita Terkini
Almamater Lima Soroti...
Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan Taman Potret Tangerang
Dokter Tifa Pakai Kursi...
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda hingga Dibopong usai Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
Kurang dari 12 Jam,...
Kurang dari 12 Jam, Satreskrim Polres Pelalawan Tangkap Perampok Sadis
Program Ketahanan Pangan,...
Program Ketahanan Pangan, Puluhan Hektare Sawah di Batang Ditanami Padi Hasil Riset
Dina Masyusin Salurkan...
Dina Masyusin Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Rawa Buaya
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved