alexametrics

Masuk Rumah Polisi, Anak Autis Babak Belur Dipukuli

loading...
Masuk Rumah Polisi, Anak Autis Babak Belur Dipukuli
Anak autis asal Blitar, Jatim berinisial RK dipukuli hingga babak belur oleh orang yang diduga oknum polisi. FOTO/iNews/ROBBY RIDWAN
A+ A-
BLITAR - Seorang anak autis dipukuli hingga babak belur oleh orang yang diduga oknum polisi. Penyebabnya sepele, anak berusia 15 tahun ini masuk ke dalam rumah pelaku tanpa izin.

Pemukulan terhadap anak autis berinisial RK itu diketahui beredar luas di media sosial. Dalam foto tersebut terlihat wajah RK babak belur saat dibawa ke Markas Polsek Garum, Kabupaten Blitar, Jawa Timur (Jatim). Dia dipukuli oleh seorang yang diduga oknum polisi berinisial CD karena dikira maling yang sedang berusaha mencuri mobilnya.  

Kasus ini bermula ketika RK, anak pasangan Asih dan Nugroho, warga Kelurahan Tawangsari, Kecamatan Garum, Blitar keluar rumah tanpa izin Kamis (12/7/2018) sekitar pukul 21.00 WIB. Keluarga kemudian mencari RK ke rumah tetangga tapi tidak ditemukan. Orang tua RK kemudian mendapatkan informasi bahwa putra pertamanya berada di Mapolsek Garum dalam kondisi luka lebam.

"Saat mendatangi Mapolsek, RK sudah dalam keadaan bersih (tidak ada darah di wajah)," kata Asih, ibu korban, Jumat (13/7/2018).



Masuk Rumah Polisi, Anak Autis Babak Belur Dipukuli

Pihak keluarga lalu membawa RK ke dokter untuk mendapat pengobatan. Menurut Asih, dirinya sudah menerima kejadian yang menimpa anak sulungnya tersebut karena menyadari telah pergi dari rumah tanpa izin.

"Pihak keluarga bersyukur RK dapat ditemukan kembali dan tidak akan menuntut," tandasnya.

Sementara itu, pihak kepolisian sampai saat ini belum menerima laporan atas kejadian ini. Meski begitu, kepolisian akan menyelidiki kasus tersebut. "Kami belum menerima laporan, kami akan menyelidikinya," kata Kapolres Blitar AKBP Anisullah M Ridha.
(amm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak