BI Klaim Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Tetap Tinggi
Selasa, 06 Februari 2024 - 13:36 WIB
loading...
A
A
A
Dari sisi permintaan, investasi tercatat tumbuh sebesar 5,17% (yoy), lebih tinggi dari triwulan sebelumnya yang tumbuh 4,17% (yoy). Pertumbuhan ini didorong banyak bangunan seiring masih berlanjutnya pembangunan berbagai proyek strategis baik pemerintah maupun swasta di Jakarta.
Selanjutnya, pertumbuhan konsumsi pemerintah juga mengalami perbaikan meski masih mengalami kontraksi menjadi sebesar -5,04% (yoy) dari triwulan sebelumnya (-15,87%). Konsumsi pemerintah yang lebih baik terutama didorong akselerasi belanja pemerintah di akhir tahun terutama belanja modal yang bersumber melalui APBN.
“Adapun konsumsi LNPRT tumbuh tinggi mencapai 15,43% (yoy) dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 6,27% (yoy) sejalan dengan semakin meningkatnya aktivitas partai politik jelang pemilu 2024,” ucapnya.
Meski demikian, untuk konsumsi rumah tangga mengalami perlambatan dari 5,49% (yoy) pada triwulan sebelumnya menjadi 5,23% (yoy) pada triwulan IV 2023. Hal itu bersumber dari penurunan konsumsi untuk transportasi dan komunikasi, restoran dan hotel, serta makanan dan minuman.
“Adapun kinerja ekspor juga tumbuh melambat menjadi sebesar 4,46% (yoy), lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya (5,82% yoy),” kata Arlyana.
Perlambatan terutama bersumber dari penurunan kinerja ekspor barang terutama untuk komoditas mesin dan peralatan listrik serta mesin dan pesawat mekanik yang dipengaruhi oleh perlambatan ekonomi global.
Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi Jakarta terutama ditopang oleh meningkatnya kinerja LU industri pengolahan dengan pertumbuhan sebesar 2,54% (yoy) pada triwulan IV 2023, lebih tinggi dibandingkan triwulan lalu (2,19% yoy).
Selanjutnya, pertumbuhan konsumsi pemerintah juga mengalami perbaikan meski masih mengalami kontraksi menjadi sebesar -5,04% (yoy) dari triwulan sebelumnya (-15,87%). Konsumsi pemerintah yang lebih baik terutama didorong akselerasi belanja pemerintah di akhir tahun terutama belanja modal yang bersumber melalui APBN.
“Adapun konsumsi LNPRT tumbuh tinggi mencapai 15,43% (yoy) dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 6,27% (yoy) sejalan dengan semakin meningkatnya aktivitas partai politik jelang pemilu 2024,” ucapnya.
Meski demikian, untuk konsumsi rumah tangga mengalami perlambatan dari 5,49% (yoy) pada triwulan sebelumnya menjadi 5,23% (yoy) pada triwulan IV 2023. Hal itu bersumber dari penurunan konsumsi untuk transportasi dan komunikasi, restoran dan hotel, serta makanan dan minuman.
“Adapun kinerja ekspor juga tumbuh melambat menjadi sebesar 4,46% (yoy), lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya (5,82% yoy),” kata Arlyana.
Perlambatan terutama bersumber dari penurunan kinerja ekspor barang terutama untuk komoditas mesin dan peralatan listrik serta mesin dan pesawat mekanik yang dipengaruhi oleh perlambatan ekonomi global.
Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi Jakarta terutama ditopang oleh meningkatnya kinerja LU industri pengolahan dengan pertumbuhan sebesar 2,54% (yoy) pada triwulan IV 2023, lebih tinggi dibandingkan triwulan lalu (2,19% yoy).
Lihat Juga :