BI Klaim Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Tetap Tinggi
Selasa, 06 Februari 2024 - 13:36 WIB
loading...
A
A
A
Hal itu tidak lepas dari peningkatan kinerja pada industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) dan alas kaki serta industri kimia. Adapun LU konstruksi juga tumbuh meningkat dari 2,98% (yoy) menjadi 4,53% (yoy) pada triwulan IV 2023.
“Jelas ini sejalan dengan masih berlanjutnya pembangunan berbagai proyek strategis baik pemerintah maupun swasta di Jakarta,” ujarnya.
Selanjutnya, tetap tingginya pertumbuhan ekonomi Jakarta pada triwulan IV 2023 juga ditopang oleh tingginya pertumbuhan LU jasa keuangan yang mencapai 10,24% (yoy), meningkat signifikan dibandingkan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya yang sebesar 4,75% (yoy).
Adapun LU utama lainnya seperti LU perdagangan tumbuh sedikit lebih rendah menjadi sebesar 3,78% (yoy) pada triwulan IV 2023 dibandingkan triwulan sebelumnya (3,96% yoy). Perlambatan LU Perdagangan sejalan dengan perlambatan konsumsi rumah tangga yang juga tercermin dari melambatnya penjualan kendaraan roda empat.
Sedangkan, LU infokom juga tumbuh melambat dari 8,42% (yoy) menjadi 5,57% (yoy) pada triwulan IV 2023 sejalan dengan melambatnya konsumsi RT.
Menyikapi ini, Arlyana menegaskan Kantor Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta akan terus memonitor berbagai perkembangan perekonomian baik di tingkat daerah, nasional, maupun global.
“Kami juga akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemprov DKI untuk mendorong momentum akselerasi pemulihan ekonomi Jakarta di berbagai sektor guna mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang tetap tinggi dan lebih inklusif,” ungkapnya.
“Jelas ini sejalan dengan masih berlanjutnya pembangunan berbagai proyek strategis baik pemerintah maupun swasta di Jakarta,” ujarnya.
Selanjutnya, tetap tingginya pertumbuhan ekonomi Jakarta pada triwulan IV 2023 juga ditopang oleh tingginya pertumbuhan LU jasa keuangan yang mencapai 10,24% (yoy), meningkat signifikan dibandingkan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya yang sebesar 4,75% (yoy).
Adapun LU utama lainnya seperti LU perdagangan tumbuh sedikit lebih rendah menjadi sebesar 3,78% (yoy) pada triwulan IV 2023 dibandingkan triwulan sebelumnya (3,96% yoy). Perlambatan LU Perdagangan sejalan dengan perlambatan konsumsi rumah tangga yang juga tercermin dari melambatnya penjualan kendaraan roda empat.
Sedangkan, LU infokom juga tumbuh melambat dari 8,42% (yoy) menjadi 5,57% (yoy) pada triwulan IV 2023 sejalan dengan melambatnya konsumsi RT.
Menyikapi ini, Arlyana menegaskan Kantor Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta akan terus memonitor berbagai perkembangan perekonomian baik di tingkat daerah, nasional, maupun global.
“Kami juga akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemprov DKI untuk mendorong momentum akselerasi pemulihan ekonomi Jakarta di berbagai sektor guna mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang tetap tinggi dan lebih inklusif,” ungkapnya.
(jon)
Lihat Juga :