Ini Tanggapan AHY Soal Serangan Kampanye Hitam kepada Deddy-Dedi

Jum'at, 22 Juni 2018 - 00:13 WIB
Ini Tanggapan AHY Soal...
Ini Tanggapan AHY Soal Serangan Kampanye Hitam kepada Deddy-Dedi
A A A
BANDUNG - Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyesalkan aksi kampanye hitam yang dialamatkan kepada pasangan calon gubernur-wakil gubernur Jawa Barat yang diusung Partai Demokrat dan Partai Golkar Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (Deddy-Dedi).

Diketahui, dalam video yang beredar di media sosial Youtube, seorang pria tua tampak mendoakan Deddy-Dedi menang di Pilgub Jabar 2018 lewat bantuan Nyi Roro Kidul. Sebelumnya, aksi serupa juga sempat terjadi dimana Deddy-Dedi didukung warga mengatasnamakan Paguyuban Paranormal Jabar.

AHY menegaskan, aksi tersebut sebagai tindakan keji yang dapat menghancurkan karakter Deddy-Dedi. Serangan kampanye hitam seperti itu, diakui AHY, memang kerap muncul di hari-hari menjelang pencoblosan.

"Memang di hari-hari terakhir sebelum pencoblosan, selalu muncul serangan-serangan yang tidak masuk akal dan di luar logika. Saya pernah melewati masa-masa itu," ungkap AHY dalam Halal Bihalal Kogasma Partai Demokrat Bersama Pers di Kafe Halaman, Jalan Siliwangi, Kota Bandung, Kamis (21/6/2018).

AHY menuturkan, dalam sebuah kompetisi pemilihan kepala daerah (pilkada), semua kontestan pasti berupaya untuk menang. Namun, kata AHY, masih banyak cara-cara baik dan beradab untuk memenangkan kompetisi tersebut ketimbang menghancurkan karakter kompetitor.

"Lalu, apakah kita akan bangga jika menang dengan cara-cara kotor? Kalau menang dengan cara yang baik, tentu itu jadi kekuatan untuk memimpin. Bukankah pilkada ini menjadi ajang untuk mencari pemimpin yang baik? Jadi apa yang bisa diharapkan jika pemimpinnya tukang fitnah, tukang hoax, penyebar kebencian, dan pemecah belah rakyat," papar AHY.

Menurut AHY, politik itu berkaitan erat dengan persepsi masyarakat. Jika persepsi masyarakat terhadap kandidat dibuat salah, tentu akan merugikan kandidat tersebut. Oleh karena itu, lanjut AHY, pihaknya sudah menginstruksikan seluruh kader Demokrat untuk mencegah aksi kampanye hitam, termasuk melaporkan pelakunya.

"Makanya harus diluruskan. Kalau sudah viral, tentu merugikan, itu kejamnya medsos. Tapi apapun itu, masih ada Tuhan, ada Allah SWT, kita punya keyakinan itu, mudah-mudahan mendapat pertolongan Alloh SWT," katanya.

AHY pun berharap negara hadir dalam penuntasan berbagai pelanggaran dan kecurangan pilkada. Dia mengingatkan, pemerintah tidak tebang pilih dalam menyelesaikan pelanggaran maupun kecurangan pilkada. Sebab, pesta demokrasi ini milik rakyat dan jangan sampai rakyat marah gara-gara ada kecurangan.

"Demokrasi ini milik rakyat. Jangan sampai rakyat pundung (marah) karena ada kecurangan. Apa artinya demokrasi jika pelanggaran dan kecurangan itu dibiarkan? Do something, jangan diam," tandasnya.
(pur)
Berita Terkait
Alasan Anies Baswedan...
Alasan Anies Baswedan Tak Jadi Maju Pilkada Jawa Barat 2024
PDIP Bakal Usung Figur...
PDIP Bakal Usung Figur Kejutan di Pilgub Jabar, Siapa Itu?
Profil Pendidikan 4...
Profil Pendidikan 4 Paslon Cagub Jabar 2024, Ada yang dari SD hingga S3 di Luar Negeri
Ridwan Kamil Buka-bukaan...
Ridwan Kamil Buka-bukaan Sebut Mudah Menang jika Maju Pilkada Jabar
KPU dan Pemprov Jabar...
KPU dan Pemprov Jabar Sepakati Dana Pilgub 2024 Capai Rp1,104 Triliun
Dedi Mulyadi Daftar...
Dedi Mulyadi Daftar Pilgub Jabar 27 Agustus Bareng R1, Apakah Erwan Setiawan?
Berita Terkini
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
1 jam yang lalu
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
3 jam yang lalu
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
3 jam yang lalu
Viral Gunung Lawu Akan...
Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
5 jam yang lalu
Besok Eksekusi Lahan...
Besok Eksekusi Lahan Hotel Sultan, Sejumlah Akses Menuju GBK Ditutup
5 jam yang lalu
Divonis 6 Tahun Penjara,...
Divonis 6 Tahun Penjara, Pengusaha Jambi Bengawan Kamto Tempuh Banding
6 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved