Kisah Awal Mula Senopati Jadi Raja Mataram dan Mengkhianati Kerajaan Pajang
Senin, 05 Februari 2024 - 06:15 WIB
loading...
A
A
A
Penunjukkan Sultan Hadiwijaya kepada Sutawijaya bertahta di Mataram itu membuatnya diganjar gelar Senopati Ing Alaga Sayidin Panata Gama. Sultan Hadiwijaya juga meminta tolong dan memasrahkan Senopati kepada Ki Juru Martani, untuk membimbing ketika menjadi pemimpin di Mataram.
Terlebih Senopati sudah diangkat menjadi anak angkat oleh Sultan Hadiwijaya. Alhasil penguasa Pajang itu juga memberikan wejangan Senopati tidak perlu menghadap sowan ke dirinya selama satu tahun pasca ditunjuk jadi pemimpin. Hal ini memberi kesempatan kepada Senopati untuk membangun sekaligus belajar jadi pemimpin.
Tetapi setelah satu tahun berlalu, Sultan Hadiwijaya meminta Senopati dan Ki Juru Martani untuk menghadap dan tidak boleh terlambat. Permintaan khusus itu diterima oleh Sutawijaya dan Ki Juru Martani, yang menghadap ke Istana Pajang.
Tetapi Sultan Hadiwijaya tidak menduga bahwa penunjukkan Senopati sebagai penguasa Mataram membuat Kesultanan Pajang runtuh. Senopati selama satu tahun yang diminta tidak menghadap Pajang menghimpun kekuatan dan membangun wilayah Mataram.
Celakanya kekuatan itu disalahgunakan oleh Panembahan Senopati, untuk membangkang dan mengingkari janji menghadap Sultan Hadiwijaya, usai satu tahun lebih berlalu ia dilantik. Hal ini memicu konflik baru antara Pajang dan Mataram, sehingga pelantikan Sutawijaya atau Senopati dapat dikatakan senjata makan tuan bagi Sultan Hadiwijaya.
Terlebih Senopati sudah diangkat menjadi anak angkat oleh Sultan Hadiwijaya. Alhasil penguasa Pajang itu juga memberikan wejangan Senopati tidak perlu menghadap sowan ke dirinya selama satu tahun pasca ditunjuk jadi pemimpin. Hal ini memberi kesempatan kepada Senopati untuk membangun sekaligus belajar jadi pemimpin.
Tetapi setelah satu tahun berlalu, Sultan Hadiwijaya meminta Senopati dan Ki Juru Martani untuk menghadap dan tidak boleh terlambat. Permintaan khusus itu diterima oleh Sutawijaya dan Ki Juru Martani, yang menghadap ke Istana Pajang.
Tetapi Sultan Hadiwijaya tidak menduga bahwa penunjukkan Senopati sebagai penguasa Mataram membuat Kesultanan Pajang runtuh. Senopati selama satu tahun yang diminta tidak menghadap Pajang menghimpun kekuatan dan membangun wilayah Mataram.
Celakanya kekuatan itu disalahgunakan oleh Panembahan Senopati, untuk membangkang dan mengingkari janji menghadap Sultan Hadiwijaya, usai satu tahun lebih berlalu ia dilantik. Hal ini memicu konflik baru antara Pajang dan Mataram, sehingga pelantikan Sutawijaya atau Senopati dapat dikatakan senjata makan tuan bagi Sultan Hadiwijaya.
(hri)
Lihat Juga :