Ratusan Kiai dan Nyai Pengasuh Ponpes Babakan Ciwaringin di Cirebon Sepakat Dukung Ganjar-Mahfud
Rabu, 31 Januari 2024 - 10:14 WIB
loading...
A
A
A
"Pak Mahfud MD ini kan santrinya Gus Dur, KH Abdurrahman Wahid. Gus Dur ini kan tokoh kita, panutan kita di pesantren-pesantren, termasuk kami keluarga besar Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon. Dan saya melihat pada sosok atau figur Pak Mahfud MD itu persis meneladani apa yang diajarkan oleh Gus Dur sebagai tokoh bangsa," katanya.
Kiai Arwani berharap, dukungan yang diberikan kiai dan nyai pengasuh Ponpes Babakan Ciwaringin bisa diikuti oleh para alumni, wali santri, dan masyarakat sekitar ponpes.
Sementara itu, Mahfud MD dalam pidatonya menyebut Ponpes Babakan Ciwaringin merupakan satu salah satu lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia yang telah melahirkan banyak kiai besar.
"Saya bersyukur hari ini bisa bertemu hari ini dalam suasana yang sangat syahdu. Biasanya kalau ketemu ramai-ramai, teriak-teriak, tapi ketemu dalam suasana ini di sebuah pesantren yang tertua di Indonesia. Dari sini, dari Babakan Ciwaringin saya tahu telah lahir kiai-kiai besar sekaligus pejuang-pejuang besar yang membawa tradisi kepesantrenan yang sampai saat ini kokoh," ujar Mahfud.
Dia pun berpesan kepada santri dan pengasuh ponpes untuk tetap menjaga kedamaian dalam pemilu dan tidak mempermasalahkan adanya perbedaan pilihan dukungan.
"Kita jangan membuat musuh intrik dan kerusakan di zaman pemilu ini. Tapi semua kembali memilih sesuai hati nurani. Hati nurani kita itu kebaikan, kebaikan bagi bangsa dan negara, memilih yang baik, memilih orang-orang yang baik, memilih partai yang baik, menurut hati dan aspirasi kita," ajaknya.
Kiai Arwani berharap, dukungan yang diberikan kiai dan nyai pengasuh Ponpes Babakan Ciwaringin bisa diikuti oleh para alumni, wali santri, dan masyarakat sekitar ponpes.
Sementara itu, Mahfud MD dalam pidatonya menyebut Ponpes Babakan Ciwaringin merupakan satu salah satu lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia yang telah melahirkan banyak kiai besar.
"Saya bersyukur hari ini bisa bertemu hari ini dalam suasana yang sangat syahdu. Biasanya kalau ketemu ramai-ramai, teriak-teriak, tapi ketemu dalam suasana ini di sebuah pesantren yang tertua di Indonesia. Dari sini, dari Babakan Ciwaringin saya tahu telah lahir kiai-kiai besar sekaligus pejuang-pejuang besar yang membawa tradisi kepesantrenan yang sampai saat ini kokoh," ujar Mahfud.
Dia pun berpesan kepada santri dan pengasuh ponpes untuk tetap menjaga kedamaian dalam pemilu dan tidak mempermasalahkan adanya perbedaan pilihan dukungan.
"Kita jangan membuat musuh intrik dan kerusakan di zaman pemilu ini. Tapi semua kembali memilih sesuai hati nurani. Hati nurani kita itu kebaikan, kebaikan bagi bangsa dan negara, memilih yang baik, memilih orang-orang yang baik, memilih partai yang baik, menurut hati dan aspirasi kita," ajaknya.
Lihat Juga :