Atasi Dampak COVID-19, Dapur Umum Pemprov Jatim Gandeng PKL

Kamis, 30 April 2020 - 20:21 WIB
loading...
Atasi Dampak COVID-19, Dapur Umum Pemprov Jatim Gandeng PKL
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa meninjau kesiapan dapur umum di Makodam V Brawijaya Jalan Hayam Wuruk, Kota Surabaya. Foto/SINDOnews/Lukman Hakim
A A A
SURABAYA - Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa meninjau kesiapan dapur umum yang didirikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim, TNI dan Polri, Kamis (30/4/2020). Setidaknya ada dua dapur umum yang menjadi sasaran kunjungan orang nomor satu di Jatim tersebut.

Dapur umum pertama yang ditinjau adalah dapur umum di Jalan Gresik, Kota Surabaya, lalu berpindah ke dapur umum yang ada di Makodam V Brawijaya Jalan Hayam Wuruk. "Dapur umum ini memproduksi makanan siap makan. Kemudian didistribusikan untuk masyarakat sekitar baik untuk berbuka maupun untuk sahur," Khofifah disela meninjau dapur umum di Jalan Gresik.

Agar bisa menjangkau sampai ke pelosok Kota Surabaya, Khofifah mengungkapkan BPBD Jatim juga sudah menyiapkan lima titik dapur umum di Kota Surabaya. Dapur umum ini melibatkan pedagang kaki lima (PKL). "Surabaya ini wilayahnya luas. Penduduknya juga banyak. Jadi (BPBD) memberi ruang pedagang kaki lima untuk menyiapkan buka ataupun sahur," kata Khofifah.

Atasi Dampak COVID-19, Dapur Umum Pemprov Jatim Gandeng PKL


Sementara itu, Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Widodo Iryansyah menambahkan, setiap buka dan sahur, dapur umum di Kodam V Brawijaya mampu memproduksi 2.200 paket makanan. Ribuan paket makanan itu didistribusikan ke Surabaya Utara, Surabaya Selatan dan Surabaya Timur. "Dalam pendistribusian paket makanan tersebut, kami menggunakan Mosico (Motor Siaga Covid-19) Kodam V Brawijaya," terangnya.

Wakil Ketua DPRD Jatim, Sahat Tua Simanjuntak mendukung dan mengapresiasi langkah Gubernur Jatim yang mendirikan dapur umum. Tidak hanya untuk warga Kota Surabaya, tapi dua daerah lain yang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Yakni Gresik dan Sidoarjo.

"Ini (dapur umum) sangat bagus. Berasnya enak dan berkualitas, ada ikan patin, ada Lele, ada Tempe. Jadi masyarakat di Surabaya yang memerlukan bisa diantar kerumah," ujar Sahat.

Disisi lain, Sahat meminta pada Pemkot Surabaya untuk memperbanyak dapur umum. Pasalnya, sejauh ini hanya ada satu dapur umum, yakni di Balai Kota Surabaya. Dengan wilayah Surabaya yang begitu luas, sudah seharusnya Pemkot membangun titik-titik dapur umum yang baru. "Sehingga, bisa menjangkau lebih banyak warga Surabaya," harapnya.
(eyt)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3296 seconds (10.177#12.26)