Kisah Raja Sri Jayabupati, Penguasa Sunda Terlupakan Kalah Pamor dari Prabu Siliwangi

Selasa, 30 Januari 2024 - 07:50 WIB
loading...
Kisah Raja Sri Jayabupati,...
Raja Sri Jayabupati, raja sunda yang terlupakan kalah terkenal dari Prabu Siliwangi. Foto/Ilustrasi
A A A
Raja Sri Jayabupati mungkin jarang diketahui orang banyak, masih kalah dengan Prabu Siliwangi yang pernah memerintah tanah pasundan. Namun, dia merupakan salah satu raja sakti dan kuat di Kerajaan Sunda.

Sosok ini teridentifikasi dari Prasasti Cibadak yang menariknya tidak berbau Sunda sama sekali.
Padahal prasasti ini ditemukan di tanah Sunda yang mengisahkan sepak terjang Sri Jayabupati, sebagai penguasa tanah Sunda.

Sosok Jayabupati memang identik dan dipastikan raja Sunda, tetapi keanehan muncul baik dari bahasa, nama raja, maupun cara menyusun prasastinya semua menunjukkan ciri-ciri budaya dari wilayah Jawa Timur.

Baca Juga: Kisah Raja Sunda Tamperan, Penuh Intrik Suka Berselingkuh hingga Lahirkan Anak

Nama Jayabupati sangat panjang. Lengkapnya, jika disundakan adalah Sri Jayabupati Jayamanahen Wisnumurti Samarawijaya Sakalabuwanamandaleswaranindita Haro Gowardana Wikramottunggadewa.

Nama itu sekilas mirip dengan Raja Airlangga yang memerintah di Kerajaan Kahuripan dalam Prasasti Kalkuta.Hal itu dikatakan Saleh Danasasmita pada bukunya “Melacak Sejarah Pakuan Pajajaran dan Prabu Siliwangi”.

Buku itu mengisahkan Airlangga memiliki nama gelar sebagaimana terdapat pada Prasasti Kalkuta berangka tahun 1041 yakni Rakai Halu Sri Lokeswara Darmawangsa Airlangga Anantawikramottunggadewa.

Namun dia menyimpulkan adanya hubungan antara Sri Jayabupati dengan Airlangga dinilai kurang tepat. Sebab pada tahun 1030 Airlangga masih sibuk menghadapi musuh-musuhnya di Jawa Timur.

Baca Juga: Kisah Tamperan Barmawijaya Raja Sunda yang Tewas di Tangan Prajurit Galuh Bersama sang Istri

Tahun 1028 Airlangga mulai memerangi Raja Wengker, Wijaya. Namun karena Wengker sangat kuat, Airlangga menukar siasat, yaitu menaklukkan kerajaan lain lebih dulu. Baru tahun 1032, dia menggempur Wengker lagi, tiga tahun kemudian bisa ditundukkan.

Itu pun dengan jalan yang “kurang wajar”.Jadi, pada 1030, Airlangga mustahil sudah bisa menaklukkan negeri Sundasaat itu, mengingat sangat sulit menempuh jarak antara Jawa Timur dan Jawa Barat waktu itu.

Identifikasi nama Sri Jayabupati diidentikkan nama raja taklukkan yang meminjam nama raja penakluk, kecuali jika yang ditaklukkan kawin dengan keluarga raja yang menaklukkan.

Pendapat Warsito Sastroprayitno muncul yang menyatakan Jayabupati tentu merupakan salah satu musuh Airlangga yang masuk ke wilayah Galuh. Sebab dalam Prasasti Kalkuta disebutkan bahwa ada musuh Airlangga yang kabur ke Galuh dan ke Barat.

Tempat yang disebut barat terdapat di daerah Wengker (Madiun sekarang), sedangkan Galuh menurut para ahli adalah Ujung Galuh di muara Kali Brantas (Surabaya).

Baca Juga: Kisah Raja Sunda Terima Gelar Kehormatan usai Gugur di Tangan Patih Gajah Mada

Ini lebih dapat dipahami, karena sumber Jawa Timur tidak pernah menyebut wilayah Jawa Barat dengan sebutan Galuh, tetapi selalu Sunda.

Sosok Jayabupati dalam raja Sunda ini masih misterius dan terselubung oleh rahasia yang belum terkuak. Keanehan ini kian memperkuat temuan Prasasti Cibadak yang dikeluarkan semasa pemerintahan Sri Jayabupati sebagai raja.

Di Prasasti Cibadak itu bagi pelanggar atau pembangkang misalnya ditemukan adanya keberadaan supata. Padahal keberadaan supata itu bukan merupakan kebiasaan Raja Sunda, namun kebiasaan Raja-raja Jawa Timur yang menganut ajaran Tantra.

Prasasti Sunda tidak pernah menggunakan supata, tetapi tetapi memakai ancaman, hukuman atau amanat. Pada Prasasti Kebantenan berbunyi: Saha nu kedeu paambahan Lurah Sunda Sembawa ku aing dititah dipaehan.

Sedangkan di salah satu Prasasti Kawali ditulis amanat (wasiat) yang berbunyi: Aya ma nu ngeusi bhagya Kawali bari pakéna kereta bener pakeun nanjeur na juritan.

Prasasti yang hanya terdiri dari dua baris adalah khusus berisi supata yang berbunyi: Sumpah denira Prahajyan Sunda.

Sumpah khusus yang menghabiskan satu prasasti bukan kebiasaan raja Sunda. Keistimewaan sumpah dalam prasasti hanya dipakai oleh raja-raja Kerajaan Sriwijaya dan Jawa Timur yang sama-sama menganut paham Tantrayana.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Status Mahasiswa Resbob...
Status Mahasiswa Resbob yang Hina Suku Sunda-Viking Dicabut, Kuliah di Mana?
Membanggakan, Grup Musik...
Membanggakan, Grup Musik Tarawangsa Asal Sunda Tur Eropa
Singkat Berbudaya Persembahkan...
Singkat Berbudaya Persembahkan Kebudayaan Betawi dan Kebudayaan Sunda dalam Satu Acara
Rekomendasi
Krisis Politik Inggris...
Krisis Politik Inggris Makin Parah, PM Keir Starmer Bersiap Mengundurkan Diri
Israel Melakukan Segala...
Israel Melakukan Segala Cara untuk Menggagalkan Perundingan AS dan Iran
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Berita Terkini
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Rusak Ruko hingga Pamer...
Rusak Ruko hingga Pamer Airsoft Gun di Jakut, Selebgram Adam Deni Ditangkap Polisi
Rano Karno Sebut Jakarta...
Rano Karno Sebut Jakarta Masuk 53 Kota Terbaik Dunia Kalahkan Washington DC
Kaesang Kaget Foto Jokowi...
Kaesang Kaget Foto Jokowi Lebih Banyak di Rakorwil PSI Kaltim
Polda Metro Tangkap...
Polda Metro Tangkap Perampok Minimarket di Bekasi, Pelaku Tercatat sebagai Mahasiswa
GKSI Berdayakan Peternak...
GKSI Berdayakan Peternak dan Koperasi Susu untuk Perkuat Program MBG
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved