Legenda Gunung Semeru, Daerah Suci Para Dewa dan Lokasi Raja Kediri Bertapa
Jum'at, 19 Januari 2024 - 06:22 WIB
loading...
A
A
A
Secara spiritual nama Lamajang berarti Luma (rumah) dan Hyang (Dewa) berarti rumahnya para dewa atau rumah yang suci.
Baca Juga: Kisah Ratu Tribhuwana Tunggadewi Tempatkan Pejabat Senior Keturunan Singasari di Majapahit
Di samping itu ada pendapat yang menyatakan Lamajang berasal dari Lemajang atau Lemah (bumi) dan Wejang (ajaran) yang berarti daerah tempat belajar.
Di masa Kerajaan Kediri, Lamajang menjadi daerah penting, Raja Kameswara bagian pernah melakukan perjalanan spiritual ke Gunung Semeru, pada tahun 1182 Masehi.
Di sinilah sejumlah tempat-tempat dibangun oleh Kerajaan Kediri demi memfasilitasi pelaksanaan ritual-ritual keagamaan ke Gunung Semeru, yang dianggap suci.
Baca Juga: Amukan Gunung Merapi Kubur Karya Sastra Peninggalan Mataram Kuno
Hubungan antara Kerajaan Kediri dengan Lamajang terlihat pada Prasasti Tesirejo dan Arca Lembu Nandini yang ditemukan di Desa Kertosari. Pada Prasasti Tesirejo berbunyi Kaya Bhumi Sasi Iku yang artinya seperti bumi bulan itu.
Namun kalimat sebenarnya adalah candra sengkala yang bernilai 1113 Saka atau 1191 Masehi.
Baca Juga: Kisah Ratu Tribhuwana Tunggadewi Tempatkan Pejabat Senior Keturunan Singasari di Majapahit
Di samping itu ada pendapat yang menyatakan Lamajang berasal dari Lemajang atau Lemah (bumi) dan Wejang (ajaran) yang berarti daerah tempat belajar.
Di masa Kerajaan Kediri, Lamajang menjadi daerah penting, Raja Kameswara bagian pernah melakukan perjalanan spiritual ke Gunung Semeru, pada tahun 1182 Masehi.
Di sinilah sejumlah tempat-tempat dibangun oleh Kerajaan Kediri demi memfasilitasi pelaksanaan ritual-ritual keagamaan ke Gunung Semeru, yang dianggap suci.
Baca Juga: Amukan Gunung Merapi Kubur Karya Sastra Peninggalan Mataram Kuno
Hubungan antara Kerajaan Kediri dengan Lamajang terlihat pada Prasasti Tesirejo dan Arca Lembu Nandini yang ditemukan di Desa Kertosari. Pada Prasasti Tesirejo berbunyi Kaya Bhumi Sasi Iku yang artinya seperti bumi bulan itu.
Namun kalimat sebenarnya adalah candra sengkala yang bernilai 1113 Saka atau 1191 Masehi.
Lihat Juga :