Kisah Ratu Tribhuwana Tunggadewi Tempatkan Pejabat Senior Keturunan Singasari di Majapahit
Kamis, 18 Januari 2024 - 06:13 WIB
loading...
A
A
A
Dikutip dari "Tafsir Sejarah Negarakretagama" dari karangan Prof. Slamet Muljana, Manjustri sendiri adalah Bodhisattwa, biasanya diwujudkan seorang pemuda, yang memegang pedang terhunus di tangannya yang satu, dan sebuah buku di tangannya yang lain.
Pedang itu dimaksudkan sebagai alat untuk memberantas penasaran dan kepalsuan, sedangkan buku itu mengandung ajaran tentang sepuluh laku utama, cita-cita Bodhisatwa yang disebut paramita, yakni dana: derma, sila: tatasila.
Baca Juga: Di Mana Letak Kerajaan Singasari? Ini Penjelasannya
Kemudian ksanti: kesabaran, virya : keperwiraan, dyana: meditasi atau samadi, prajnya: kebijaksanaan, upaya - kausalya : sarana, usaha, pranidhana: ketegasan, bal : kekuasaan, jinyana: pengetahuan.
Pada umumnya uraian di atas sesuai dengan wujud Arca Manjustri dari Singasari, tetapi ada juga sekedar perbedaannya.
Arca Manjustri dari Singasari berupa seorang bangsawan, bermahkota tinggi, duduk bersila, tangan kanannya memegang keris, tangan kirinya ditempelkan pada dada, buku paramita terletak di pangkuan.
Pada keempat sudut sandaran tempat duduknya terdapat arca yang sama dalam bentuk kecil-kecil. Daun teratai menghiasi sisi kanan dan kiri sandaran tempat duduknya. Sebagian dari piagam menghiasi bagian atas.
Pedang itu dimaksudkan sebagai alat untuk memberantas penasaran dan kepalsuan, sedangkan buku itu mengandung ajaran tentang sepuluh laku utama, cita-cita Bodhisatwa yang disebut paramita, yakni dana: derma, sila: tatasila.
Baca Juga: Di Mana Letak Kerajaan Singasari? Ini Penjelasannya
Kemudian ksanti: kesabaran, virya : keperwiraan, dyana: meditasi atau samadi, prajnya: kebijaksanaan, upaya - kausalya : sarana, usaha, pranidhana: ketegasan, bal : kekuasaan, jinyana: pengetahuan.
Pada umumnya uraian di atas sesuai dengan wujud Arca Manjustri dari Singasari, tetapi ada juga sekedar perbedaannya.
Arca Manjustri dari Singasari berupa seorang bangsawan, bermahkota tinggi, duduk bersila, tangan kanannya memegang keris, tangan kirinya ditempelkan pada dada, buku paramita terletak di pangkuan.
Pada keempat sudut sandaran tempat duduknya terdapat arca yang sama dalam bentuk kecil-kecil. Daun teratai menghiasi sisi kanan dan kiri sandaran tempat duduknya. Sebagian dari piagam menghiasi bagian atas.
Lihat Juga :