alexametrics

Diterjang Banjir dan Longsor Petani Purwakarta Terancam Gagal Panen

loading...
Diterjang Banjir dan Longsor Petani Purwakarta Terancam Gagal Panen
Bahu jalan penghubung antara Kabupaten Purwakarta dengan Kabuoaten Bandung Barat, di di RT 12/05 Desa Nangewer, Kecamatan Darangdan, ambrol. Lalu lintas kendaraan pun terpaksa dihentikan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Koran SINDO/Asep
A+ A-
PURWAKARTA - Sejumlah bencana menerjang Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, dalam 24 jam terakhir. Intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari ini menjadi menyebab terjadinya bencana alam tersebut, seperti banjir bandang, longsor, angin puting beliung, hingga kebakaran.

Di Desa Cibogo, Kecamatan Plered, sawah seluas 100 hektare diterjang banjir akibat lupan Sungai Cisadang. Akibatnya, tanaman padi yang masih berusia sekitar dua minggu itu pun harus terendam. Sehingga para petani setempat khawatir  bencana alam itu dapat menyebabkan gagal panen atau puso.

Menurut warga setempat Sungai Cisadang telah lama mengalami penyempitan dan pendangkalan. Sehingga begitu debit air tinggi menjadikannya meluap dan menggenangi areal persawahan di dekatnya.

Meski pun dari petani muncul kekhawatiran terjadinya puso, Kantor Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Purwakarta, menjamin varietas padi yang ditanam di lokasi banjir merupakan bibit unggul yang tahan terhadap genangan.

"Begitu mendengar adanya areal sawah yang terendam, kami mengirimkan tim untuk mengecek. Ketika dicek, airnya pun sudah surut. Jadi tidak perlu khawatir terjadi puso, apalagi benih yang ditanam merupakan inpari 30 yang tahan terhadap genangan air semisal banjir," ungkap Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Purwakarta Agus Rachlan Suherlan kepada SINDONEWS, Senin (23/4/2018).          

Rupanya bencana alam tidak hanya terjadi di Desa Cibogo, bahu jalan penghubung Kabupaten Purwakarta dengan Kabupaten Bandung Barat, di RT 12/05 Desa Nangewer, Kecamatan Darangdan, ambrol akibat tidak kuat menahan volume air hujan yang turun sejak pagi hari. Meski pun jalan tersebut masih dapat dilalui kendaraan, namun pemerintah setempat tak mau ambil risiko dengan melarang kendaraan roda 4 melintas.

Tidak hanya longsor, angin puting beliung pun sempat menerjang permukiman warga di Kelurahan Nagri Tengah, Kecamatan Purwakarta. Akibatnya, sebuah rumah milik Titi di RT 22/4, nyaris rata dengan tanah. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, hanya saja kerugian materil ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Selain itu, petugas Damkar pun harus dibuat sibuk dengan peristiwa kebakaran bangunan peternakan ayam milik Memed, 45, di Kampung Silamega RT 04/02 Desa.Depok, Kecamatan Darangdan. Diduga peristiwa ini akibat hubungan arus pendek,yang kemudian menimbulkan kebakaran dengan melahap semua bangunan yang dominan berkonstruksi kayu dan bambu.

 
(nag)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak