Viral Video Sekda Takalar Kampanyekan Anak Presiden Jokowi, Ini Reaksi Bawaslu
Senin, 15 Januari 2024 - 20:48 WIB
loading...
A
A
A
"Tapi yang belum terangkat, mohon maaf, tunggu pengangkatan CPNS. Pak Jokowi sudah janjikan, kalau anaknya menang, Insyaallah akan dilanjutkan pengangkatan CPNS jutaan, itu harus diapresiasi," ujar Hasbi.
"Pengangkatan CPNS kita butuh, guru-guru kita ini kurang. Tapi kita tidak mau, menambah beban APBD. Kita mau anggaran dari pusat bertambah untuk penggajian PPPK," sambungnya.
Menanggapi videonya viral, Sekda Takalar, Muhammad Hasbi menjelaskan, bagaimana peristiwa terjadinya sambutan yang kemudian viral karena dianggap mengampanyekan pasangan Capres tertentu.
"Jadi begini, sambutan saya tersebut terjadi pada 10 Januari 2023 pada acara Rembuk Guru Kabupaten Takalar. Seluruh guru hadir, baik guru PNS, PPPK dan honorer. Ada tanya jawab di situ yang kemudian berkembang menjadi diskusi," katanya, Senin (15/1/2024).
Dia menambahkan bahwa para guru honorer mempertanyakan kebijakan pemerintah yang belum mengangkat mereka menjadi PPPK padahal sudah mengabdi bertahun-tahun.
Jadi kata dia, saat itu ada sorotan terhadap belum diangkatnya seluruh guru honorer, sehingga dia menjelaskan mengenai postur APBD Takalar yang tidak mampu menjamin ketersediaan anggaran untuk gaji PPPK jika ditambah.
"Disitulah saya kutip pernyataan Bapak Presiden yang berkomitmen mengangkat jutaan CPNS pada masa mendatang. Tidak ada ajakan memilih pasangan calon ataupun menyampaikan visi misi paslon, yang saya sampaikan adalah program presiden," tandasnya.
"Pengangkatan CPNS kita butuh, guru-guru kita ini kurang. Tapi kita tidak mau, menambah beban APBD. Kita mau anggaran dari pusat bertambah untuk penggajian PPPK," sambungnya.
Menanggapi videonya viral, Sekda Takalar, Muhammad Hasbi menjelaskan, bagaimana peristiwa terjadinya sambutan yang kemudian viral karena dianggap mengampanyekan pasangan Capres tertentu.
"Jadi begini, sambutan saya tersebut terjadi pada 10 Januari 2023 pada acara Rembuk Guru Kabupaten Takalar. Seluruh guru hadir, baik guru PNS, PPPK dan honorer. Ada tanya jawab di situ yang kemudian berkembang menjadi diskusi," katanya, Senin (15/1/2024).
Dia menambahkan bahwa para guru honorer mempertanyakan kebijakan pemerintah yang belum mengangkat mereka menjadi PPPK padahal sudah mengabdi bertahun-tahun.
Jadi kata dia, saat itu ada sorotan terhadap belum diangkatnya seluruh guru honorer, sehingga dia menjelaskan mengenai postur APBD Takalar yang tidak mampu menjamin ketersediaan anggaran untuk gaji PPPK jika ditambah.
"Disitulah saya kutip pernyataan Bapak Presiden yang berkomitmen mengangkat jutaan CPNS pada masa mendatang. Tidak ada ajakan memilih pasangan calon ataupun menyampaikan visi misi paslon, yang saya sampaikan adalah program presiden," tandasnya.
(shf)
Lihat Juga :